This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 30 September 2010

Bupati Resmikan RSUD dr. Soedomo Trenggalek Sebagai BLUD

Peresmian RSUD dr. Soedomo sebagai BLUD oleh
Bupati Trenggalek
Dalam rangka melaksanakan amanat UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, yang menyebutkan bahwa rumah sakit yang didirikan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah, pengelolaannya harus berbentuk Badan Layanan Umum (BLU) atau BLUD, Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam hal ini RSUD dr. Soedomo Trenggalek, sejak bulan Juli 2009 telah mempersiapkan diri agar bisa melakukan perubahan status dari RSUD menjadi BLUD. Demikian dikemukakan dr. Agus Harijono, Sp. Pd, Direktur RSUD dr. Soedomo Trenggalek dalam laporannya yang disampaikan pada acara Peresmian RSUD dr. Soedomo Trenggalek menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSU dr. Seodomo Trenggalek, Kamis 30 September 2010 bertempat di RSUD dr. Seodomo Trenggalek. 
 
Sebagai langkah awal dari proses ini, lanjut beliau, pada Juli 2009 RSUD dr. Soedomo Trenggalek mengajukan permohonan pendampingan penyusunan dokumen administrasi yang meliputi tata kelola, rencana strategis belanja, standar pelayanan minimal dan laporan keuangan kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKB) Provinsi Jawa Timur dan pada Agustus 2010, permohonan disetujui. Setelah hampir satu tahun, tepatnya pada bulan Juni 2010, Tim Penilai dan Tim Teknis yang ditetapkan oleh Bupati Trenggalek melakukan penilaian terhadap persyaratan substantif, teknis dan administratif sebagai rekomendasi penetapan status BLUD kepada Bupati Trenggalek. Akhirnya pada 21 Juni 2010 Bupati Trenggalek melalui Keputusan Bupati Trenggalek Nomor : 188.45/518/406.013/2010 menetapkan RSUD dr. Soedomo Trenggalek sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSU dr. Soedomo Trenggalek. Sampai saat ini di Provinsi Jawa Timur sendiri sudah terdapat 14 RSUD dengan status BLUD penuh termasuk RSUD dr. Soedomo Trenggalek, 5 RSUD masih dalam kategori BLUD bertahap, 11 RSUD masih dalam proses dan 18 RSUD belum memulai proses menjadi BLUD
 
Sementara itu, Bupati Trenggalek dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut berpartisipasi baik berupa pikiran, tenaga maupun biaya, mulai dari proses persiapan hingga ditetapkannya RSUD dr. Soedomo Trenggalek sebagai BLUD. Dan berkat partisipasi tersebut, RSUD dr. Soedomo Trenggalek bisa menjadi pioneer bagi instansi pemerintah lain di Kabupaten Trenggalek sebagai BLUD. Dengan ditetapkannya RSUD dr. Seodomo Trenggalek menjadi BLUD maka RSUD dr. Soedomo Trenggalek memiliki sejumlah fleksibilitas yang menjadi pembeda dengan SKPD lain yang belum menjadi BLUD, yakni : pendapatan bisa langsung disetor ke kas BLUD bukan ke kas daerah, untuk anggaran belanja ada ambang batas tersendiri yang ditetapkan dalam Rancangan Bisnis Anggaran (RBA) sehingga ada flexible budget, utang piutang diperbolehkan dengan persetujuan dari Kepala Daerah, boleh melakukan investasi dengan persetujuan Kepala Daerah, diperbolehkan melakukan kerjasama dengan pihak ketiga, dalam hal pengadaan barang/jasa boleh tidak mengikuti Keppres 80/2003 selama anggaran berasal dari pendapatan non APBD/APBN, dalam hal pengelolaan barang diperbolehkan menghapus aset tidak tetap, untuk rekruitmen pegawai bisa dari unsur PNS maupun non PNS, setelah BLUD dimungkinkan adanya dewan pengawas, untuk remunerasi disesuaikan dengan tanggung jawab dan profesionalisme, setelah BLUD untuk besarnya tarif cukup ditetapkan dengan peraturan Kepala Daerah dan untuk laporan keuangan secara administratif tentunya ada perbedaan dengan SKPD lain yang belum menjadi BLUD. 
Namun, lebih jauh Bupati juga mengingatkan bahwa perjalanan sebagai BLUD tentunya tidak berhenti sampai pada persemian ini saja, konsekuensi dari ditetapkannya RSUD dr. Soedomo Trenggalek sebagai BLUD dengan status penuh dan 12 (dua belas) fleksibilitas yang telah diberikan adalah memenuhi tuntutan untuk mencapai kinerja keuangan dan kinerja pelayanan yang baik. Selain itu, Bupati juga mengharapkan BLUD ini bisa menjadi inspirasi maupun motivasi bagi SKPD maupun unit SKPD lain utamanya yang bergerak pada pelayanan publik agar segera menyusul untuk menerapkan pola BLUD dengan komitmen utama meningkatkan kinerja keuangan dan kinerja pelayanan sehingga bisa memberikan kepuasan bagi semua pihak, demikian pungkas Bupati. 

Menandai diresmikannya RSUD dr. Seodomo Trenggalek menjadi BLUD, Bupati Trenggalek berkenan menandatangani Prasasti Peresmian untuk selanjutnya dilakukan pengguntingan pita oleh Ny. Wahyu P. Soeharto dan peninjauan BLUD RSU dr. Soedomo Trenggalek oleh Bupati beserta Muspida dan undangan lainnya.(#)

Pemantapan Calon Transmigran Poso oleh Bupati


Bertempat di Aula PKK,pemantapan calon Transmigran Poso digelar selasa, 30 September 2010. Acara yang diselenggarakan guna memberikan pemantapan kepada 15 KK calon Transmigran asal Bendungan dan Pule ini dihadiri oleh Bupati Trenggalek, Kepala Dinas tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial ( Disnakertransos)  serta anggota Komisi IV DPRD Trenggalek.
Ir. Surya Atmaja selaku Ketua Pelaksana memaparkan bahwasanya dari 25 KK Transmigran dari seluruh Jawa Timur, Trenggalek mendapatkan jatah sebanyak 15 KK sedangkan sisanya berasal dari Kabupaten Tulungagung. Menurut Kepala Disnakertransos tersebut November nanti Transmigran akan diberangkatkan ke Poso.
Sementara itu, Bupati Trenggalek dalam sambutannya menyatakan bahwa kekhawatiran warga tentang kondisi keamanan Poso tidak perlu dipertanyakan lagi. H. Suharto menjamin kondisi Poso saat ini sangat kondusif dan secara geografis sangat subur dan mendukung untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga. Hal ini disaksikan sendiri oleh Bupati ketika meninjau lokasi Transimgrasi desa Watuawu,lokasi Rotoambu, Selasa, 21 September 2010.
Dilokasi itu sendiri sudah ada 300  Kepala Keluarga (KK) dan tersedia fasilitas umum seperti sekolah dan segera akan dibangun PLTA yang memanfaatkan Danau Poso II.  Bupati juga menyampaikan Pemkab akan memberikan bantuan 1000 bibit kakao serta  mendapatkan jaminan hidup oleh pemerintah pusat selama setahun berupa beras, minyak dan kebutuhan pokok lainnya.
Di akhir paparannya Bupati berpesan kepada para calon Transmigran untuk rajin, bekerja keras dan memiliki semangat tinggi untuk mengubah lahan transmigrasi menjadi lahan potensi. 

Senin, 27 September 2010

Paguyuban Perangkat Desa se-Trenggalek (PPDT) Konfirmasi Ke DPRD

Puluhan anggota paguyuban perangkat desa se-Trenggalek (PPDT), kembali melakukan konfirmasi kepada pimpinan DPRD Trenggalek untuk menanyakan dana padat karya, Senin, 27 September 2010 bertempat di Gedung DPRD Trenggalek. Aksi ini merupakan aksi lanjutan yang telah dilaksanakan pada Rabu, 22 September 2010 yang lalu.

Perangkat desa itu sedianya ingin menemui Ketua DPRD, Akbar Abbas untuk meminta penjelasan tentang dana Padat Karya sebesar 60 juta yang hanya dicairkan sebesar 25 juta. Namun dikarenakan pimpinan DPRD  tengah menghadiri Rapat Koordinasi Pembahasan 10 Ranperda, maka Sukarti, anggota DPRD mencoba menjadi penengah aksi perangkat desa. Politikus dari Fraksi PDI Perjuangan  meminta perangkat desa untuk bersabar karena pimpinan DPRD sedang tidak berada di tempat.

Dana padat karya diberikan untuk pembangunan infrastruktur di pedesaan. Dikarenakan pemberian dana tersebut berbenturan dengan mekanisme pengadaan barang dan jasa, maka penyaluran dana tersebut diberikan dalam bentuk Bantuan Langsung Masyarakat sebesar 25 juta per desa.

Himbauan Kepala BKD tentang Pengangkatan CPNS Tahun 2010


Sehubungan dengan adanya rumor/ berita tentang Pengangkatan Menjadi CPNS/ PNS dari jalur umum yang berkembang di tengah masyarakat dan bahkan ada beberapa orang yang terkena penipuan, maka Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menyatakan bahwa seleksi untuk penerimaan Calon PNS Tahun 2010 lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek akan disebarluaskan secara resmi melalui papan pengumuman dan media massa.  Lebih lanjut dikatakan, sampai saat ini belum ada Penerimaan Calon PNS Tahun 2010 lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek. 
Apabila ada oknum yang mengatasnamakan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Trenggalek ataupun BKN yang menjelaskan dapat membantu meloloskan/ menjanjikan bisa diangkat menjadi CPNS atau PNS dengan imbalan tertentu, itu merupakan upaya penipuan. Demikian seperti dinyatakan oleh Drs. I Gede Siama, M. Si. Tak kalah pentingnya, Ia menghimbau masyarakat segera melaporkan kepada pihak yang berwajib atau konfirmasi langsung ke Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Trenggalek Jl. Brigjend Soetran No.11 Trenggalek Telp. 0355-797184.

Kamis, 23 September 2010

PEMKAB TRENGGALEK SALURKAN BANTUAN KEPADA KORBAN BENCANA BANJIR

Pemerintah Kabupaten Trenggalek tidak tinggal diam atas bencana banjir yang menerjang tiga desa di Kecamatan Watulimo pada tanggal 15 September dan 20 September 2010 yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan dikirimnya bantuan secara bertahap oleh Pemerintah KabupatenTrenggalek melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Dinas Nakertransos).

Pada tanggal 16 September 2010 Dinas Nakertransos mengirimkan bantuan sembako kepada 950 KK 3542 jiwa di desa Prigi Kecamatan Watulimo sebanyak 10 ton beras,100 dos mi instan dan 240 liter minyak goreng. 

Sedangkan untuk desa Tasikmadu telah dikirim bantuan berupa 10,2 ton beras dan 92 dos mi instan kepada 920 kk 3643 jiwa dan untuk desa Margomulyo juga telah dikirim bantuan berupa 3 kw beras dan 14 liter minyak goreng kepada 28 KK 105 jiwa pada tanggal 21 September 2010

Kemudian untuk mensuplay kekurangan air bersih yang terjadi karena kerusakan saluran PDAM, pada tanggal 23 September 2010 telah dikirim 30 tangki air bersih. Dan terhadap sumur gali yang airnya tercemar oleh banjir diadakan kaporitasi oleh dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek agar air sumur dapat segera digunakan kembali. Puskesmas setempat juga mengadakan pengobatan gratis kepada korban bencana banjir di tiga desa tersebut.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga mengirimkan eksavator atau alat berat untuk membersihkan material yang menghambat aliran sungai yang berada di bawah jembatan. Selain itu, untuk mengatasi putusnya 2 jembatan yang berada di desa Margomulyo dan desa Sawahan akan dibangun jembatan darurat.
Perlu diketahui juga untuk kerugian material akibat banjir yang terjadi di tiga desa tersebut setelah dihitung tidak kurang dari 3M diluar infrastruktur.

Rabu, 22 September 2010

TP PKK Kabupaten Trenggalek Adakan Halal Bihalal

Demi mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan antar anggota, Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Trenggalek menyelenggarakan halal bihalal dengan TP-PKK kecamatan dan kelurahan se-Kabupaten Trenggalek, bertempat di Balai Diklat Kabupaten trenggalek, Rabu, 22 september 2010. Hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Ny.Wahyu Suharto, Wakil Ketua TP PKK Ny.Mahsun Ismail, dan para ketua TP PKK kecamatan se-Kabupaten Trenggalek.

Dengan mengusung tema “Halalbihalal dan Perpisahan Keluarga Besar PKK”, kegiatan tersebut diisi dengan tausiyah oleh Drs. H. Abdus Shomad, M.Si. Dalam taushiyahnya Drs. H. Abdus Shomad, M.Si menyampaikan materi tentang pemberdayaan keluarga dan pentingnya silaturahmi. Selain itu, disampaikan pula tentang 3 macam hal yang mampu menghantarkan seseorang untuk meraih surgaNya yaitu orang yang memberi tanpa pamrih, orang yang menyambung silaturahmi, serta orang yang mau memaafkan. “Semoga di moment syawal ini yang artinya peningkatan kita bisa saling memaafkan antar sesama”ungkapnya.

Ketua TP-PKK Kabupaten Trenggalek, Ny.Wahyu Suharto serta Wakil Ketua TP-PKK Ny.Mahsun Ismail secara bergantian atas nama pribadi serta keluarga menyampaikan ucapan mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh yang hadir, apabila selama masa kepemimpinan mereka ada yang kurang berkenan dihati. Tak lupa, mereka mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang terjalin selama ini. “Semoga kekeluargaan dan persaudaraan tetap terjaga walaupun amanah kami disini sudah berakhir.” pungkasnya.

Wakil Bupati Trenggalek Membuka Festival Turonggo Yakso

Puncak acara peringatan HUT Proklamasi dan Hari Jadi ke 816 Kabupaten Trenggalek, panitia menggelar Festival Turonggo Yakso, pesta kembang api dan pagelaran wayang kulit di Alun-Alun Kabupaten Trenggalek. Festival Turonggo Yakso dilaksanakan mulai tanggal 21 September 2010 berakhir pada tanggal 24 September 2010 dan diikuti sebanyak 24 grup. Demikian antara lain laporan Ketua Panitia Festival Turonggoyakso, Ir. Ekanto Mali Purbowo.

Lebih lanjut dikatakan, pada hari pertama festival akan menampilkan 6 grup, hari kedua 9 grup, hari ketiga 8 grup dan hari ke empat satu grup serta dilanjutkan dengan pesta kembang api dan pergelaran wayang kulit bersama dengan H. KRA. Ir. Warseno Slank, M.Si dengan mengambil lakon Wahyu Katentreman.

Wakil Bupati Trenggalek H. Mahsun Ismail, S.Ag, MM dalam sambutannya antara lain mengatakan, festival ini disamping meningkatkan apresiasi juga melestarikan budaya bangsa yang mempunyai nilai luhur sebagai warisan pendahulu kita. Kita sebagai generasi penerus berkewajiban untuk melestarikan serta meningkatkan budaya tersebut agar tidak punah, karena disamping sebagai tontonan sekaligus merupakan tuntunan yang bisa kita ambil dari festival Turonggo Yakso, karena di dalamnya menggambarkan seseorang yang bisa mengendalikan hawa nafsu. Pada akhir sambutannya wakil Bupati mengharapkan nilai-nilai luhur ini harus kita pelihara serta materi-materi tarian harus kita tingkatkan.

Pemkab Trenggalek Selenggarakan Workshop Strategi Pemberdayaan BUMD dan Mitra Usaha


Rabu, 22 September 2010, workshop strategi pemberdayaan BUMD dan mitra usaha sebagai bentuk perhatian pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk mengoptimalkn peran dan fungsi BUMD dan mitra usaha resmi dibuka, bertempat di Aula Balai Benih Ikan(BBI) Kabupaten Trenggalek. Hadir sebagai narasumber Dra. Retno Andriati, MA seorang praktisi pendidikan dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan Konsultan Internasional Michael Donnie Gunawan, ST, MM.  
Rencananya, workshop ini akan diselenggarakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 22-23 Sepetember 2010, dengan peserta sebanyak 40 orang  terdiri dari unsur BUMD, pelaku usaha dan mitra usaha. Demikian disampaikan oleh Kepala Bagian Perekonomian Ir. Mulya Handaka selaku Ketua Pelaksana dalam kesempatan tersebut.  Workshop ini, lanjut dia, selain sebagai upaya pengoptimalan peran BUMD dan mitra usaha untuk menopang perekonomian Trenggalek juga diharapkan mampu mengoptimalkan pemasukan PAD melalui pemberdayaan BUMD.
“Sehingga, BUMD yang kiranya mempunyai tujuan untuk melaksanakan jasa pelayanan kepada masyarakat dan mampu meningkatkan PAD, melalui acara ini semakin mandiri dan berkembang”, begitu ungkap Mulya Handaka masih dalam kesempatan yang sama.  Dihari pertama, peserta akan mendapatkan 2 materi yaitu Perubahan Paradigma serta Etos Kerja dalam Bisnis Kompetitif. Untuk hari berikutnya, akan disampaikan materi dengan tema Customer Service Excellence dan 9-P for Marketing.
Dalam paparannya, Asisten Ekonomi Pembangunan, Sigid Agus hari Basoeki, SH, M.Si mewakili Bupati Trenggalek mengucapkan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama 5 tahun memerintah. Mengingat sebentar lagi akan terjadi masa transisi kepemimpinan Bupati, Sigid agus Hari Basuki mengharapkan moment pergantian tersebut berjalan lancar dan tidak mempengaruhi roda pemerintahan untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.  Yang tak kalah pentingnya, Dia mengingatkan kepada peserta workshop untuk selalu berusaha mengexplore dan memanfaatkan sekecil apapun potensi yang ada di Kabupaten Trenggalek.”Memanfaatkan peluang kecil, layaknya pemain sepak bola dimasa injury time” begitu ungkapnya. Mengakhiri sambutannya, Sigid Agus hari Basoeki mengharapkan Workshop ini nantinya mampu menjadi langkah awal untuk menggeliatkan para pelaku usaha. 

PENGUNJUNG OBJEK WISATA DI KABUPATEN TRENGGALEK MENINGKAT DI LIBUR IDUL FITRI

Pantai Karanggongso saat libur Idul Fitri
Tingkat kunjungan objek wisata yang ada di Kabupaten Trenggalek selama hari raya Idulfitri meningkat signifikan dibandingkan hari biasa. Data ini diperoleh setelah dilakukan penghitungan pengunjung oleh Dinas Pemuda dan Olahraga pada tanggal 5 September sampai dengan 19 September 2010.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan udaya, Drs. Sri Kusti Rahayu, untuk pantai Karanggongso dan pantai Prigi yang terletak di Kecamatan Watulimo pengunjungnya meningkat sangat signifikan. Di Pantai Karanggongso, pengunjung pada hari biasa berjumlah 328 dan di hari libur lebaran meningkat menjadi 30.801 pengunjung. Sedangkan di pantai Prigi, pada hari biasa jumlah pengunjungnya 153 dan di hari libur lebaran menjadi 17.745 pengunjung.

Untuk Pantai Damas yang terletak di Bagian Barat Kecamatan Watulimo pada libur lebaran dikunjungi 346 pengunjung dan untuk pantai Pelang Kecamatan Panggul dikunjungi 4.878 pengunjung, padahal biasanya kedua pantai ini sepi pengunjung. Sedangkan, jumlah pengunjung di guo Lowo pada hari biasa hanya 102 orang dan meningkat menjadi 3.878 orang pada libur lebaran, lanjut Sri Kusti Rahayu.

Berbeda dengan tempat wisata lainnya, kolam renang Jwalita yang terletak di tengah kota pada libur lebaran tutup. Padahal pada hari biasa jumlah pengunjungnya lumayan banyak yaitu untuk anak-anak berjumlah 1.325 dan untuk dewasa berjumlah 1.037, pungkasnya.

Senin, 20 September 2010

Sosialisasi Pemanfaatan Rumah Kios Stadion Kelutan

Bertempat di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek, sosialisasi pemanfaatan Rumah Kios Stadion Kelutan atau lebih dikenal sebagai Stadion Menak Sopal digelar Senin, 20 september 2010. Sosialisasi ini akan diperuntukkan bagi peminat yang telah memasukkan proposal kepada Pemkab Trenggalek.  Hingga saat ini proposal yang telah masuk dan akan mengalami proses verifikasi mencapai 75 buah.
 Dalam sambutannya, Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah , Sigit Agus Hari Basoeki, S.H, M.Si mengungkapkan bahwa kedepannya secara bertahap tempat ini diproyeksikan untuk menghasilkan tempat pertumbuhan ekonomi baru di Trenggalek . Sigit Agus Hari Basoeki juga memaparkan ruki ini akan diperuntukkan bagi kelas Menengah, karena menurutnya tempat usaha untuk kelas menengah kebawah dirasa sudah cukup mendapat perhatian, hal ini ditandai dengan banyak ditemukannya pasar –pasar tradisional yang tersebar di seluruh wilayah Trenggalek. Selain itu, Stadion ini diharapkan memiliki komoditas yang berbeda dari PKL lainnya. Dengan dibangunnya Ruki ini, Pemkab mengharapkan akan muncul ikon usaha baru di Trenggalek sehingga mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.  
Ditambahkan Sigit Agus Hari Basoeki, Ruki ini tidak diperuntukkan bagi usaha makanan dan minuman. Untuk bidang usaha tersebut, pemkab sudah merencanakan pemanfaatan halaman Stadion untuk kuliner dengan  target pemasaran bagi kalangan Menengah ke atas.
Sedangkan, kepala DPPKAD Yudi Sunarko dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa proses pemanfaatan Ruki nantinya berpedoman pada perbup No.62 Tahun 2010. Dalam hal ini yang diatur mulai dari harga sewa, tata cara pembayaran, administrasi serta prosedur sewa. Rencananya dari 17 unit yang tersedia, 15 unit Ruki akan disewakan sedangkan untuk 2 ruko lainnya diperuntukkan bagi Dewan Kesenian Daerah.  Pemkab mematok harga Rp.240 juta untuk masa sewa selama 20 tahun. Dari 75 pemohon yang telah mengirimkan proposal usahanya, akan diseleksi secara administrasi pada tanggal 23 September 2010.  Untuk fixasi penetapan pemenang lelang akan dilakukan esok harinya.

Jumat, 17 September 2010

KOMISI B DPRD KABUPATEN NGANJUK BELAJAR BAPELUH KE TRENGGALEK


Komisi B DPRD Kabupaten Nganjuk pada Jumat 17 September 2010  mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Trenggalek untuk belajar seputar pembentukan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (Bappeluh). Bertempat di Aula Pertemuan Bappeluh, Rombongan kunjungan kerja yang dipimpin oleh ketua komisi B DPRD Nganjuk Bashori bersama 13 anggota tim Kunker diterima secara resmi oleh Asisten Ekonomi Pembangunan, Sigid Agus Hari Basoeki, SH, M.Si didampingi Kepala Bappeluh, Kepala Dispertahutbun serta Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Trenggalek.
Asisten Ekonomi Pembangunan, Sigid Agus Hari Basoeki, SH, M.Si dalam sambutannya memaparkan bahwa pembentukan Bappeluh di Kabupaten Trenggalek mengalami proses yang cukup panjang yakni sekitar 2 tahun. Dan proses pembentukan Bappeluh tersebut merupakan kerja bersama antara tim eksekutif, Dinas Perhutbun serta Komisi I dan II DPRD Kabupaten Trenggalek, demikian paparan dari  Sigid Agus Hari Basoeki dalam pertemuan tersebut. Asisten Ekonomi Pembangunan juga mengatakan bahwa dengan adanya 2 faktor pendukung semakin memantapkan Kabupaten Trenggalek untuk mempertimbangkan pembentukan Bappeluh.  
Faktor yang paling mendasar dari segi internal adalah kondisi Kabupaten Trenggalek yang mempunyai basis potensi Pertanian yang cukup menjanjikan. Walaupun demikian, sigid Agus Hari Basuki juga tak bisa menafikkan bahwa APBD Kabupaten Trenggalek belum bisa mendukung secara optimal karena adanya keterbatasan dana. Dari faktor eksternal, menurut Agus Hari Basuki  adanya jaminan dari Kementrian Pertanian untuk menyalurkan dananya bagi tiap Kabupaten yang memiliki SKPD yang bisa mengalokasikan dana sesuai dengan fungsinya semakin mendorong Pemkab Trenggalek untuk membentuk Bappeluh.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Nganjuk, Bashori mengungkapkan bahwa maksud dan tujuan dari Kunjungan Kerja tersebut ialah terkait dengan rencana pembentukan Bappeluh di Kabupaten Nganjuk.  Sebelumnya terkait dengan pembentukan Bappeluh tersebut Komisi B DPRD Nganjuk juga sempat melakukan study banding ke Kabupaten Blitar.  Selain itu, Komisi B juga berharap dengan Kunker tersebut mendapatkan masukan untuk menghadapi kendala- kendala Undang- undang yang terkait dengan pembentukan Bappeluh.
Masih dalam kesempatan yang sama, Kepala Bappeluh, Ir. Eko Wahyu Widodo, MMA menjelaskan, Badan penyuluh dibentuk  berdasarkan  pasal 8 ayat 2 UU Nomor 16 tahun 2006 tentang sistem  penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan (SP3K). Diutarakan pula tentanf proses penyusunan susunan organisasi serta penunjukan pejabat pada Bappeluh.
Menjawab pertanyaan yang sempat dilontarkan oleh salah satu anggota DPRD komisi B kabupeten Nganjuk pada saat sesi tanya jawab tentang plus minus pembentukan Bappeluh bagi peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Trenggalek, Kepala Bappeluh mengaku bahwa indikasi peningkatan kesejahteraan petani masih membutuhkan proses yang cukup panjang minimal untuk 10 tahun yang akan datang. Tetapi, melalui pembentukan Bappeluh ini Kabupaten Trenggalek pada Tahun 2009 telah berhasil mengukuhkan kembali Kelompok Tani serta 1 desa 1 penyuluh. Karena pada dasarnya, tujuan pembentukan Bappeluh adalah untuk lebih memfokuskan penyuluhan terhadap petani sehingga kelompok Tani yang sudah dikukuhkan mendapatkan pembinaan, pemberdayaan, pengembangan serta peningkatan kemampuan.

UPACARA MEMPERINGATI HARI HARI OLAH RAGA NASIONAL TAHUN 2010

Dalam rangka memperingati Hari Olah Raga Nasional (HAORNAS) KE-27 Tahun 2010, diadakan Upacara peringatan HAORNAS pada hari Jumat, 17 September 2010. Pada upacara yang dilaksanakan bersamaan dengan Apel KORPRI ini bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Trenggalek, H. Soeharto.

Penanganan keolahragaan tidak dapat lagi ditangani secara sekedarnya tetapi harus ditangani secara professional. Oleh karena itu, pengembangan keolahragaan menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat. Sehingga dengan terbitnya peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2007 tentang Pendanaan keolahragaan menjadi semakin jelas bahwa pemerintah dan pemerintah daerah wajib mengalokasikan anggaran keolahragaan melalui APBN dan APBD. Demikian disampaikan Bupati Trenggalek dalam amanatnya. 

Selanjutnya, sesuai dengan tema HAORNAS kali ini, dengan semangat Kebangkitan Olahraga Nasional, Raih Prestasi Nasional, Bupati mengajak untuk terus membangun dan memajukan keolahragaan serta memperkokoh persatuan bangsa dan meningkatkan citra bangsa Indonesia di forum global melalui olahraga.

Pada akhir amanatnya, Bupati mengucapkan terimakasih kepada seluruh PNS dan Masyarakat Trenggalek atas dukungan, kerjasama dan keikhlasannya sehingga dapat menyelesaikan tugas sebagai Bupati masa Bhakti 2005–2010. Bupati juga menyampaikan permohonan maaf atas nama pribadi dan keluarga bila dalam mengemban tugas pemerintahan terdapat ucapan, tindakan dan perasaan yang kurang berkenan di hati. Bupati berharap agar seluruh PNS dan masyarakat agar terus menjaga kekompakan dan terus mempertahankan kebersamaan untuk melanjutkan cita-cita menuju Trenggalek lebih baik di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek yang baru.

Dalam kesempatan tersebut, diserahkan 7 (tujuh) unit kendaraan dinas operasional roda dua untuk para petugas lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Selain itu juga diserahkan penghargaan kepada Andika Yogi Setiawan, siswa SDN 2 Parakan, Trenggalek yang telah memperoleh medali emas pada cabang olahraga catur putra dalam olimpiade olah raga siswa nasional dan kepada Jose Rudy, siswa SDN 3 Sukorejo, Gandusari yang telah memperoleh medali emas pada cabang olah raga tenis meja dalam olimpiade olah raga siswa nasional.

Kamis, 16 September 2010

DUA JEMBATAN DI KECAMATAN WATULIMO PUTUS AKIBAT BANJIR BANDANG

Jembatan Rela, Desa Margomulyo

Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Trenggalek pada sore hari kemarin (15/9), mengakibatkan sungai Ngemplak yang berada di Dusun Gendingan desa Prigi Kecamatan Watulimo meluap. Meluapnya sungai ini menimbulkan banjir bandang sehingga mengakibatkan 24 RT di dusun Gendingan terendam banjir setinggi 1 meter dan 2 rumah warga rusak berat. Banjir bandang tersebut datang pada pukul 22.30 WIB dan surut pada pukul 24.00 WIB.

Masih dalam aliran sungai yang sama, di desa Margomulyo Kecamatan Watulimo, satu jembatan putus. Jembatan sepanjang 60 m dengan lebar 3 m tersebut menghubungkan dusun Ketog dengan Desa Margomulyo. Selain itu, Jembatan yang menghubungkan dusun Sempor/Kidul Kali dengan dusun Krajan Desa Sawahan juga putus. Jembatan tersebut mempunyai panjang 25 m dan lebar 3 meter. Akibat putusnya 2 jembatan tersebut sekitar 2000 KK terisolasi.

Jembatan Mbah Udan, Desa Sawahan
Sebagai tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Nakertransos) telah mengirim 10 ton beras, 240 liter minyak goreng dan 100 dos mie instan.

Saat Rombongan dari Pemerintah Kabupaten meninjau lokasi banjir bandang pada Kamis, 16 September 2010, warga masyarakat terlihat sedang bekerja bhakti membersihkan rumahnya masing-masing. 

Telah dilaporkan kepada Sekretaris Daerah bahwa meluapnya air di Jembatan Ngemplak dikarenakan adanya rumpun bambu yang tepat berada di bawah jembatan yang menyumbat aliran sungai. Oleh karena itu, diharapkan agar rumpun bambu tersebut segera dibersihkan sehingga kedepan tidak meresahkan warga sekitar.

Dilaporkan juga bahwa banjir bandang tersebut tidak mengganggu jalan akses menuju tempat wisata Pantai Prigi dan Pantai Karanggongso yang berada di Kecamatan Watulimo. Tetapi, jalan akses menuju tempat wisata Pantai Damas sedikit terganggu dengan masih adanya lumpur-lumpur yang membuat jalan menjadi licin.

Rabu, 15 September 2010

Pemkab Trenggalek Adakan Inspeksi Mendadak (SIdak)

Pada hari pertama kerja setelah libur Hari Raya, Tim dari Pemkab Trenggalek yang terdiri dari Inspektorat, BKD, Satpol PP dan Humas melaksanakan Inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa instansi pada Selasa, 14 September 2010. Tim tersebut akan mengambil sampel di 8 SKPD yaitu KPPM, Bappeda, BKKB, Disperhutbun, Dispendukcapil, Dinas Kesehatan, Koperindagtamben dan Dinas Perkimsih.

Sidak tersebut sengaja dilaksanakan siang hari, pada pukul 11.00-14.00. Menurut keterangan dari tim Sidak, hal ini sengaja dilaksanakan karena kebanyakan PNS tersebut akan pulang setelah halal bihalal di Pendopo.
Berdasarkan pantauan tim di lapangan dari 8 sampel dinas yang didatangi tim sidak, dari 31 pegawai di KPPM, hadir sebanyak 25 orang. Diantara 6 orang yang tidak hadir, 4 diantaranya sakit dan sebanyak 2 orang dilaporkan dinas keluar. Untuk Bappeda, dari 44 pegawainya satu tidak hadir untuk mengikuti diklat. Sebanyak 5 orang PNS dari BKKB tidak hadir, 4 diantaranya tanpa keterangan dan 1 ijin. Sehingga total ada 31 hadir dari 36 PNS di dinas tersebut.

Sementara itu, Dinas Perhutbun , dari total 74 pegawainya , hadir sebanyak 71 orang, 2 diantaranya tanpa keterangan serta 1 sakit. Menurut pantauan tim sidak dari 45 PNS di lingkungan Dispendukcapil , hadir sebanyak 42 orang. Dari 3 yang tidak hadir, 1 sakit serta 2 orang tanpa keterangan. Sedangkan, dari 112 PNS di lingkungan Dinas Kesehatan, tim sidak menemukan sebanyak 7 orang tidak masuk kerja diantaranya 4 orang turun jaga, 1 orang ijin cuti dan 1 sakit.

Mengambil data dari daftar hadir pegawai, untuk Koperindagtamben, tim sidak menemukan ada 46 orang hadir dari total 51 pegawai di lingkungan dinas tersebut. Dari 5 yang tidak hadir 1 sakit, 2 cuti serta 2 tanpa keterangan. Serta untuk dinas Perkimsih, dari 100 PNS, hadir sebanyak 93 orang. Dari 7 PNS yang tidak hadir, 2 orang turun jaga, 1 sakit serta 4 tanpa keterangan.

HALAL BIHALAL BERSAMA BUPATI





Mengisi hari pertama masuk kerja, ratusan jajaran PNS di lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek menghadiri  halal bihalal pada Selasa 14 September 2010.  Bertempat di Pendopo Kabupaten Trenggalek,  Halal Bihalal dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek serta Kepala SKPD lingkup Pemkab Trenggalek.

Tampak ratusan PNS terebut antusias untuk bersalaman dengan Bupati Trenggalek, H. Soeharto dan Wakil Bupati Trenggalek, H. Mahsun Ismail, S. Ag, MM beserta ibu. Selain itu, secara bergiliran mereka juga bersalaman dengan Muspida dan kepala SKPD lingkup Pemkab Trenggalek. Sebelumnya, ratusan abdi negara tersebut telah melaksanakan halal bihalal di kantornya masing-masing.
Usai acara halal bihalal jajaran PNS disuguhi dengan menu khas lebaran asli Trenggalek.  Acara ini merupakan acara rutin yang selalu diadakan oleh Pemkab Trenggalek setiap Idul Fitri.

Rabu, 08 September 2010

Sembako Murah Tahun 2010 di Kelurahan Sumbergedong dan Kelurahan Surodakan


Sudah menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Trenggalek setiap menjelang hari Raya Idul Fitri selalu mengadakan kegiatan sembako murah yang dikhususkan bagi masyarakat yang kurang mampu.  Kali ini penjualan sembako murah dibuka secara perdana di Balai Desa Sumbergedong pada hari Rabu, 8 September 2010. Masyarakat yang kurang beruntung di Kelurahan Sumbergedong dan Surodakan mendapatkan giliran pertama menikmati sembako murah yang telah disubsidi pemerintah tersebut. Acara tersebut dihadiri oleh Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah.
Kepala Bagian Perekonomian, Ir. Mulya Handaka selaku Ketua pelaksana dalam sambutannya mengungkapkan bahwa penjualan sembako murah tersebut dilatarbelakangi oleh keinginan Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu dalam memenuhi sebagian kebutuhan pokok. Pasalnya, setiap  menjelang Hari Raya idul Fitri harga-harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan sehingga memberatkan bagi masyarakat yang kurang mampu.
Sembako murah yang disubsidi Pemerintah Kabupaten sebesar 50% tersebut diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu di Kelurahan Sumbergedong sejumlah 60 paket dan di Kelurahan Surodakan sejulah 95 paket. Paket sembako murah terdiri dari Minyak Goreng 1 kg, Gula Pasir 1 Kg, kecap 1 botol (625 ml) dan Mie Instan 6 bungkus. Dengan paket sembako tersebut, masyarakat cukup diharuskan membayar sebesar Rp. 20.000  dari harga semula Rp. 39.500. Masih menurut Mulya Handaka, rencananya Pemkab Trenggalek akan menyediakan sembako murah sebanyak 4.735 paket yang akan didistribusikan untuk 4 kecamatan yaitu Dongko 2000 paket, Bendungan 905 paket, Durenan 850 paket dan Trenggalek 980 paket.              
Sementara itu, Asisten Ekonomi Pembangunan, Sigid Agus Hari Basoeki, SH, M. Si dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan sekalipun masih menganggap kurang atas nikmat tersebut. Sigid Hari Basuki menegaskan bahwa pemberian sembako murah ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemkab Trenggalek. “Karena besarnya jumlah penduduk di Kabupaten Trenggalek , maka jumlah bantuan tersebut harus dibagi rata”, tandasnya. Pada akhir sambutannya, Sigid Agus Hari Basuki menyatakan bahwa kedepan Pemerintah Kabupaten Trenggalek akan berusaha untuk mengoptimalkan pemberian bantuan sembako murah sehingga semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

FRAKSI-FRAKSI DPRD SAMPAIKAN PEMANDANGAN AKHIRNYA

Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Pemandangan Akhir Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Trenggalek yang digelar di Ruang Rapat paripurna DPRD Kabupaten Trenggalek pada hari Selasa, 7 September 2010 berjalan dengan lancar. Sidang Paripurna yang dihadiri oleh 36 orang dari 45 anggota DPRD tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, S. Akbar Abbas, SE., MM.

Dengan didampingi oleh seluruh Ketua Fraksi, Jauzi Turseno selaku juru bicara menyampaikan Pendapat akhir dari Fraksi-fraksi DPRD yang terangkum menjadi satu. Sebelum menyampaikan pendapat akhir fraksi-fraksi Jauzi Turseno selaku juru bicara mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan Wakil Bupati atas usahanya selama ini dalam membangun Trenggalek. 

“Seluruh Fraksi DPRD Kabupaten Trenggalek pada intinya menyetujui Rencana Perubahan Anggaran APBD Tahun 2010 namun dengan catatan”, demikian disampaikan Jauzi Turseno dalam membacakan pendapat akhir fraksi-fraksi. Catatan tersebut adalah dalam rekruitmen CPNS tahun 2010 mendatang direkomendasikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek terpilih untuk Pertama, Menghitung beban tugas dan analisis jabatan di asing-masing SKPD; Kedua, Melaksanakan evaluasi dan pendataan kembali PNS yang penempatannya tidak sesuai dengan kompetensi; Ketiga, Menghitung kebutuhan formasi CPNS dengan DPRD; Keempat, Dalam menunjuk pihak ketiga agar seleksi CPNS dilaksanakan dua tes yaitu tes umum dan tes khusus sesuai dengan bidangnya masing-masing; Kelima, Pelaksanaan seleksi harus jujur, adil dan bebas KKN. Apabila rekomendasi tersebut tidak dilaksanakan, maka, anggaran CPNS dinyatakan batal.

Selanjutnya, Raperda Perubahan APBD yang disetujui adalah Pendapatan Daerah sebesar 788 M lebih dan Belanja Daerah sebesar 877 M lebih, sehingga akan terjadi defisit sebesar 88 M lebih. Defisit ini akan ditutup dari pos pembiayaan. Karena untuk pos pembiayaan ini Kabupaten Trenggalek direncanakan mendapat 89 M lebih, yang 250 juta diantaranya untuk pengeluaran sehingga masih surplus.

Kemudian acara dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Persetujuan Bersama antara Bupati Trenggalek, H. Soeharto dan Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, S. Akbar Abbas, SE., MM. Pada sambutannya usai penandatanganan nota persetujuan bersama, H. Soeharto menyatakan surprise karena pendapat akhir Fraksi-fraksi dapat di rangkum dan disampaikan menjadi satu. 

Dalam kesempatan tersebut Bupati Trenggalek, H. Soeharto dan Wakil Bupati Trenggalek, Mahsun Ismail, S.Ag, M.Si meyampaikan permohonan diri dan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama memerintah. “Kami juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh PNS yang telah mendukung program-programnya selama ini’, pungkasnya.

Senin, 06 September 2010

HIMBAUAN SEKDA TERKAIT DENGAN PELAKSANAAN HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H


Sehubungan dengan pelaksanaan Hari raya Idul Fitri 1431 H yang jatuh pada Jumat, 10 September 2010, Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek mengeluarkan surat himbauan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menjaga kelancaran dan kenyamanan dalam pelaksanaan Hari Raya tersebut.
Memperhatikan surat edaran Menteri Dalam Negeri Nomor : 500/ 2688/ V/ Bangda tanggal 30 Agustus 2010, sekda menghimbau SKPD yang terkait dengan aktivitas angkutan lebaran diharapkan untuk mengupayakan kelancaran dan ketertiban angkutan umum.  Yang tak kalah pentingnya, Ir. Cipto Wiyono, M. Si meminta SKPD tersebut untuk melakukan koordinasi dengan pengusaha angkutan agar mengoperasi kan kendaraan yang memenuhi ketentuan layak jalan sehingga terwujud angkutan lebaran yang aman, nyaman dan selamat.
Demi kelancaran aktivitas angkutan lebaran, Sekda juga menghimbau SKPD terkait untuk melakukan koordinasi dengan TNI/ POLRI agar mengerahkan kendaran dinas / operasional apabila kekurangan kendaraan angkutan lebaran.  Terkait dengan pasar tumpah yang sering mengganggu kelancaran lalu lintas, Sekda meminta SKPD untuk menertibkan pasar yang munculnya setahun sekali itu.
Sedangkan bagi SKPD yang dalam tugas dan fungsinya terkait dengan ketersediaan stok pangan dan kestabilan harga serta ketersediaan BBM, Cipto Wiyono meminta agar SKPD tersebut secara rutin melakukan monitoring dan meningkatkan koordinasi dengan intsansi terkait.  Untuk SKPD yang memiliki unit-unit pelayanan agar tetap menjaga dan menjamin mutu pelayanan kepada masyarakat selama cuti bersama.

PENGURUS KORPRI BUKA BERSAMA DI PANTI ASUHAN AS-SYAFIIYAH

Penyerahan kain seragam oleh Ketua Dewan Pengurus KORPRI

Setelah melaksanakan Muscab beberapa waktu lalu, KORPRI mengadakan konsolidasi dan mewujudkan organisasi yang bisa bermanfaat bagi masyarakat. Demikian disampaikan Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Trenggalek, Ir. Cipto Wiyono, M.Si pada acara buka bersama di panti asuhan A-Syafiiyah Desa Ngetal Kecamatan Pogalan pada hari Minggu, 5 September 2010. Acara buka bersama tersebut dihadiri oleh seluruh Pengurus Dewan Pimpinan KORPRI Kabupaten Trenggalek.
Menurut ketua Panti Asuhan, Samsul Huda Hasyim, penghuni panti Asuhan sejumlah 150 orang, dengan klasifikasi anak-anak dan dewasa. Untuk anak-anak terdiri dari 20 orang putra dan 30 orang putri, sedangkan untuk dewasa terdiri dari 50 orang putra dan 50 orang putrid. Bahkan ada yang telah berumur 70 tahun. Dia bertahan di Panti Asuhan tersebut dikarenakan tuna netra.
Santunan selain berupa menu buka bersama juga berupa kain seragam sejumlah 150 potong sekaligus biaya jahit sebesar 3 juta rupiah diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Trenggalek bersama para pengurus lainnya. Selain memberikan santunan kepada Panti Asuhan As-Syafiiyah, beberapa waktu lalu, KORPRI juga telah menyerahkan bingkisan kepada 100 orang PNS golongan I dan honorer di Pendopo kabupaten Trenggalek.
Walaupun tidak terlalu besar dan berarti, namun KORPRI mencoba memberikan yang terbaik. Ke depan semoga lebih baik lagi dan kegiatan semacam ini bisa lebih intens dilakukan. Sehingga diharapkan KORPRI dapat memberikan peran nyata untuk masyarakat di Kabupaten Trenggalek. Demikian disampaikan Ir. Cipto Wiyono, M.Si di akhir sambutannya.

PERINGATAN NUZULUL QUR’AN DI PENDOPO KABUPATEN TRENGGALEK

Pemerintah Kabupaten Trenggalek menggelar peringatan hari turunnya Al-Qur’an atau biasa disebut Nuzulul Qur’an tahun 1431 H pada hari Jumat, 3 Agustus 2010 bertempat di Pendopo Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini diselenggarakan pada sore hari menjelang berbuka puasa.

Bupati Trenggalek, H. Soeharto dalam sambutannya menjelaskan bahwa dari catatan sejarah bahwa semua kitab suci agama samawi diturunkan pada bulan suci Ramadhan, termasuk Kitab Suci Al-Qur’an yang turun pada malam 17 di Bulan Ramadhan. Dengan adanya peringatan ini diharapkan agar umat islam tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an saja tetapi juga belajar memahami isinya minimal lewat terjemahannya. Dan bukan hanya itu, kita juga diharapkan dapat mengamalkan isi dari Al-Qur’an tersebut dalam kehidupan sehari-hari. 
Bupati Trenggalek menyerahkan bingkisan lebaran secara simbolis kepada abang becak 


Dalam sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan ini Bupati Trenggalek mengajak seluruh Umat Muslim khususnya di Kabupaten Trenggalek untuk lebih meningkatkan ibadahnya. Karena pada sepuluh hari terakhir adalah malam dimana turunnya Lailatul Qaddar dan merupakan penghujung di Bulan Ramadhan. Sehingga hendaknya setiap insan manusia yang beriman kepada Allah SwT mengakhiri Ramadhan dengan kebaikan karena amal perbuatan itu tergantung pada penutupnya atau akhirnya.

Dalam peringatan Nuzulul Qur’an ini juga disampaikan siraman rohani oleh Kyai Muhammad Ma’ruf dari Gandusari. Menurut kyai Muhammad Ma’ruf, Surga merindukan beberapa golongan antara lain orang yang senang membaca Al-Qur’an, Orang yang mengendalikan ucapannya, dan orang memberikan makanan kepada yang kelaparan.

Asisten Perekonomian & Pembangunan saat menyerahkan bingkisan lebaran kepada abang becak di Kantor PKK Kab. Trenggalek
Pada kesempatan tersebut, Bupati Trenggalek memberikan bingkisan lebaran secara simbolis kepada abang becak senilai 50 ribu rupiah. Bingkisan tersebut akan diberikan kepada 1000 abang becak secara bersamaan pada hari Senin, 6 September 2010 bertempat di halaman Kantor PKK Kabupaten Trenggalek. Acara diakhiri dengan berbuka bersama dengan abang becak dan para undangan.

Jumat, 03 September 2010

PEMBERIAN BINGKISAN HARI RAYA KEPADA ANGGOTA KORPRI GOLONGAN I DAN TENAGA HONORER

Dilatarbelakangi keinginan berbagi kebahagiaan dan mewujudkan kebersamaam sesama anggota Korpri , pada Jumat  3 – 09-2010, Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Trenggalek memberikan bingkisan hari raya kepada anggota Korpri Golongan I dan tenaga honorer. Bertempat di Pendopo Kabupaten Trenggalek, acara tersebut dihadiri oleh Bupati Trenggalek, Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek serta Kepala SKPD lingkup Kabupaten Trenggalek.
Menurut laporan Ketua Panitia, Ir. Yudi Sunarko, M. Si selaku Wakil Ketua II  Dewan Pengurus  Korpri  Kabupaten Trenggalek, pemberian bingkisan tersebut akan diserahkan kepada 100 orang anggota Korpri golongan I dan tenaga honorer yang yang tersebar di 17 unit kerja.  Dengan diadakannya kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan anggota Korpri serta meringankan beban menjelang lebaran.

Ir. Yudi Sunarko juga memaparkan terkait dengan Musyawarah Kabupaten (Muskab) Korpri pada tanggal 28 Juli 2010 lalu, Dewan Pengurus Korpri  telah berhasil menyusun kepengurusan Dewan Pengurus Korpri  Kabupaten Trenggalek masa bakti 2010-2015. Yang tak kalah pentingnya, pada bulan Ramadhan ini telah diagendakan program kerja Korpri yaitu anjangsana dan buka puasa bersama pengurus dan putra putri Panti Asuhan Asy Syafiiyah Desa. Ngetal Kecamatan Pogalan pada 5-9-2010.

Sementara itu, Bupati Trenggalek, H. Soeharto dalam sambutannya mengajak seluruh anggota Korpri yang hadir untuk meningkatkan iman dan taqwa. “Iman harus dipupuk dari waktu ke waktu, peningkatan iman tersebut tidak akan terasa jika kita tidak memiliki tujuan akhir yakni ridho Allah SWT”, ungkapnya.

H. Soeharto juga mengucapkan terima kasih kepada Korpri karena mampu bangkit dibuktikan melalui penyelenggaraan acara ini. Bupati juga berharap Korpri bisa berbuat lebih banyak. Di akhir sambutannya, tak lupa H. Soeharto mengucapkan selamat atas terbentuknya Dewan Pimpinan KORPRI Kabupaten Trenggalek.

Usai siraman rohani yang disampaikan oleh K.H Dhofir Suhaemi dari Durenan, Bupati didampingi Sekretaris Daerah menyerahkan secara simbolis bingkisan senilai Rp. 80 ribu terdiri dari wafer 1 kaleng , minyak goreng 2 ltr, sirup 2 botol, mie instan 3 bungkus kepada perwakilan anggota Korpri golongan I dan tenaga honorer.

BUPATI TRENGGALEK SAFARI RAMADHAN DI KECAMATAN WATULIMO

Pada malam ke-24 di Bulan Ramadhan 1431 H, tepatnya pada hari Kamis, 2 September 2010, Bupati Trenggalek beserta kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek melaksanakan Safari Ramadhan bertempat di Masjid Hidayatullah Rt.30 Rw.5 dusun Duren desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo. Rombongan Bupati disambut dengan meriahnya musik rebana.

Selama Bulan Ramadhan kali ini, situasi dan kondisi di kecamatan Watulimo dalam keadaan kondusif dan tak ada permasalahan yang berarti. Demikian seperti disampaikan oleh Camat Watulimo, Ari Hartono, AP dalam paparannya.

Bupati Trenggalek, H. Soeharto dalam sambutannya mengapresiasi masyarakat yang telah membangun Masjid Hidayatullah dengan swadaya walaupun belum jadi sepenuhnya. “Dengan usaha dan kerja keras serta keyakinan penuh Masjid ini pasti akan segera terselesaikan” demikian dorongan Bupati Trenggalek kepada Masyarakat setempat.

Selain itu, Bupati Trenggalek juga menjelaskan bahwa dalam rangkaian hari Jadi Trenggalek tahun ini di Alun-alun Trenggalek diselenggarakan festival Tabuh Bedug. Diharapkan untuk tahun depan dari Kecamatan Watulimo dapat mengirim perwakilannya pada festival yang diselenggarakan setiap tahun tersebut. Dan karena pada hari jadi kali ini bertepatan dengan Bulan Ramadhan, maka untuk pergelaran Wayang Kulit dan pesta kembang api yang biasanya digelar pada tanggal 31 Agustus, maka untuk tahun ini akan digelar pada tanggal 24 September 2010.

Selanjutnya Bupati Trenggalek mengucapkan terimakasih kepada masyarakat karena telah menyukseskan Pemilu Kada yang telah berlangsung beberapa waktu yag lalu sehingga berjalan tertib dan aman. Bupati juga mengucapkan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama 5 tahun memerintah. Bupati berharap agar Masyarakat terus mendukung Bupati dan Wakil Bupati terpilih serta program-programnya di masa mendatang.

Menjelang waktu berbuka puasa, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Watulimo, Subhan Hamzah, S.Ag, dalam siraman rohaninya mengingatkan kepada para Orang Tua untuk menekankan kepada anak-anaknya supaya gemar membaca dan mengurangi menonton Televisi, karena kemajuan Sumber Daya Manusia dapat dicapai dengan memperbanyak membaca.

Kamis, 02 September 2010

WAKIL BUPATI SAFARI RAMADHAN DI KEC. GANDUSARI

Wakil Bupati saat menyerahkan bantuan
ke Takmir Masjid Al-Huda
Guna mengisi kegiatan di Bulan Ramadhan, Wakil Bupati Trenggalek beserta Kasdim dan Kepala SKPD lingkup pemkab Trenggalek melaksanakan Safari Ramadhan di Masjid Al-Huda, Dusun Krajan Desa Ngrayung Kecamatan Gandusari pada Hari Rabu, 1 September 2010.

Dalam paparannya, Camat Gandusari, Surodjo, S.Sos menjelaskan bahwa di Kecamatan Gandusari terdapat 187 Masjid, 198 Mushola dan 4 Gereja. Dan kehidupan keagamaan di Kecamatan Gandusari berjalan baik, rukun dan saling menghormati antar umat beragama. Selain itu, Surodjo, S.Sos juga menjelaskan bahwa masyarakat di Kec. Gandusari telah sadar pajak. Terbukti Pelunasan Pajak di Kecamatan Trenggalek telah selesai sebelum jatuh tempo dan besaran pajaknya termasuk tiga besar di Kabupaten Trenggalek.

Setelah menyerahkan bantuan berupa karpet dan uang sebesar 1,5 juta rupiah, Wakil Bupati Trenggalek, Mahsun Ismail, S.Ag, M.Si dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat karena telah berperan aktif dalam menjaga situasi yang kondusif setelah Pilkada dan atas dukungannya selama dia menjabat. Dan diharapkan agar warga masyarakat mendukung Pemerintahan yang akan datang. Wakil Bupati juga menghimbau agar pada malam takbiran nanti tidak diadakan takbir keliling karena banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

Selanjutnya, sambil menunggu waktu berbuka puasa disampaikan santapan rohani oleh Nadirotul Ulfa, staf dari KUA Kecamatan Gandusari. Dia menekankan agar para orang tua menjaga dan menaruh perhatian penuh kepada anak-anaknya. Terutama mengenai penggunaan mercon yang bisa membahayakan keselamatan anak-anak. Selain itu, pengawasan terhadap penggunaan Handphone oleh anak-anak dan pergaulan mereka di luar rumah juga sangat perlu. Karena saat ini sangat mudah memperoleh gambar-gambar yang tidak sesuai dengan norma agama. Yang tidak kalah penting kita harus memberi contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

KELOMPOK TANI GUYUB RUKUN MELAKSANAKAN PANEN PADI

Kelompok Tani Guyub Rukun, Desa Durenan Kec. Durenan yang beranggotakan 120 orang pada hari Rabu, 1 September 2010 telah melaksanakan Panen Padi bersama Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan (Dispertanhutbun) Kabupaten Trenggalek. Kelompok Tani tersebut mempunyai areal seluas 30 Hektar.

Pada Panen tahun ini ditanami padi jenis hibrida sembada B9 varietas unggul produk Biogene. Areal tersebut hanya dialiri aliran sungai kecil sepanjang 400 m dan yang diplengseng sepanjang 150 m. Demikian antara lain laporan dari ketua Kelompok Tani Guyub Rukun, H. Kholid. Lebih lanjut disampaikan bahwa pada panen musim kemarau (MK1) ini bisa menghasilkan 8,28 Ton per hektar, dengan demikian jumlah tersebut telah melampaui rata-rata hasil panen di Kabupaten Trenggalek sebesar 6,2 ton per hektar.

Kepala Dispertanhutbun, Ir. Joko Surono dalam sambutannya menyampaikan bahwa kita wajib bersyukur karena panen MK1 ini masih bisa mencapai 8,28 ton per hektar. Apabila hasil ini bisa kita pertahankan, maka pada tahun 2010 diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 14% , yang pada akhirnya stok pangan utamanya beras di Kab. Trenggalek sampai akhir 2010 dipastikan aman.

Lebih lanjut disampaikan apabila rencana pembangunan waduk di Kecamatan Tugu terwujud, Kecamatan Durenan menjadi Kecamatan terakhir yang merasakan dampak pengairan dari waduk tersebut. Sehingga petani Durenan tidak hanya bermain di usaha tani yakni hanya menanam dan memanen saja tetapi juga mampu menghasilkan prosuk olahan.

Rabu, 01 September 2010

BERTEPATAN RAMADHAN, PROSESI PERINGATAN HARI JADI TRENGGALEK BERLANGSUNG SEDERHANA DAN BERNUANSA ISLAMI

Pemotongan Tumpeng oleh Bupati Trenggalek


Prosesi hari Jadi ke 816 Trenggalek  Selasa, 31 Agustus 2010  kemarin berlangsung khidmat. Tidak seramai biasanya, prosesi yang digelar kemarin terkesan lebih sederhana. Hal ini  memang menyesuaikan  situasi yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, sehingga prosesi dikemas lebih bernuansa Islami.
Dimulai pukul 15.00, prosesi diawali dengan penyerahan pusaka oleh Bupati Trenggalek,Kanjeng Raden Ario [KRA] Soeharto Hadiningrat kepada pasukan pembawa pusaka yang dipimpin Wakil Bupati,  Mahsun Ismail, S.Ag, M.M.  Ada delapan pusaka yang dikirab. Yaitu  Duplikat Prasasti Kamulan, Tombak Korowelang, Lambang Daerah Kabupaten Trenggalek, Parasamya Purna Karya Nugraha, Piala Adipura, Songsong Agung Tunggul Naga, Songsong Agung Tunggul Praja dan Songsong Agung Tunggul Wibowo.
Delapan  pusaka  tersebut dikirab mengelilingi jalan lingkar alun-alun. Pasukan pembawa Pusaka berjalan kaki diiringi cara balen/ monggang dan khosidah rebana. Ada juga pasukan pembawa tumpeng. Setelah pasukan pembawa pusaka meninggalkan Pendapa Kabupaten,  para tamu undangan di Pendopo  yang mayoritas berbusana adat Jawa dihibur tari Gambyong Minak Sopal. Para penari juga tampil tampil dengan nuansa Islami.
Salah satu prosesi peringatan Hari Jadi Trenggalek
Di depan SMPN 3 Trenggalek, para pejabat eselon III beserta istri yang berbusana adat Jawa dan para dayang yang  telah siap   membawa foto-foto mantan Bupati Trenggalek selanjutnya bergabung dengan pasukan pembawa pusaka. Tak lama kemudian pasukan pembawa pusaka kembali menuju Pendapa Kabupaten. Pusaka yang telah dikirab tadi kemudian diserahkan kembali ke Bupati Trenggalek.
Prosesi resepsi pun dimulai. Diawali dengan pembacaan doa, pembacaan ayat suci Al Quran dan pembacaan Sejarah Kabupaten Trenggalek. Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek, KRA Soehato Hadiningrat,  menyampaikan keberhasilan pembangunan pada masa pemerintahannya bersama Mahsun Ismail.
“Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus meningkat, dan pada tahun 2010 menduduki 5 besar di Jawa Timur. Kabupaten  Trenggalek juga dua kali menerima piala Adipura, tahun 2008 dan 2010.  Kabupaten  Trenggalek  juga sudah keluar  dari predikat  daerah tertinggal di Jawa Timur,” ucap Bupati  Trenggalek   dalam bahasa Jawa.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan permohonan maaf jika selama lima tahun mengendalikan pemerintahan di Kabupaten Trenggalek  terdapat banyak  kekurangan. Hal ini disampaikan KRA Soeharto Hadiningrat,  karena 2 Oktober 2010 mendatang akan mengakhiri masa tugasnya 
Usai menyampaikan sambutan, Bupati  bersama Wabup Mahsun Ismail, S.Ag, MM  dan Sekretaris Daerah, Ir.  Cipto Wiyono, M.Si.  menyebar udik-udik berupa uang receh sebesar Rp. 816 ribu. Begitu disebar, uang  recehan tersebut langsung menjadi rebutan warga. Udik-udik menunjukkan rasa sayang pimpinan pada rakyatnya  dan  merupakan sedekah. Diharapkan dengan sedekah Kabupaten Trenggalek terhindar dari bencana dan rezeki terus bertebaran di tanah Trenggalek, selain itu  juga tanda sebagai rasa bahagia atas ulang tahun ke 816 Trenggalek.

Usai sebar udik-udik, dilanjutkan lagi dengan selamatan  atau tasyakuran. Warga yang datang pun semakin banyak. Mereka menantikan pemotongan tumpeng oleh Bupati. Akhirnya prosesi hari jadi berakhir dengan berebut tumpeng dan pembagian nasi kotak bagi warga yang datang untuk berbuka bersama[#].