Pada hari Rabu 19 Agustus 2009 pusat kota Trenggalek dipadati ribuan orang yang ingin menyaksikan kemeriahan pawai ronda thethek dan lampion. Terlebih Bupati Trenggalek H. Soeharto beserta istri dan para pejabat pemkab trenggalek ikut memeriahkan pawai tersebut.
Pawai dimulai di depan SDN 3 Sumbergedong dan finish di depan pendopo kabupaten. Kreativitas para peserta patut diacungi jempol, terbukti dengan digunakannya lampion dengan lampu beraneka warna yang menghiasinya. Bahkan beberapa peserta pawai berkreasi dengan membuat suatu panggung berjalan diatas mobil hias. Pawai yang berawal pada jam 7 sore ini berakhir pada jam 11 malam.
Diharapkan dengan diselenggarakannya pawai ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih waspada terhadap keamanan di lingkungan sekitarnya.
Karantina selama 17 hari akhirnya berakhir pada Senin sore 17 Agustus 2009. Dimulai pada 31 Juli 2009, 72 peserta Paskibraka Kabupaten Trenggalek harus melahap menu-menu latihan baris berbaris setiap harinya. Kegiatan harian diawali dengan jogging pada pagi hari, dilanjutkan dengan latihan pengibaran bendera di Pendopo Kabupaten sampai sore hari. Pada malam harinya mereka masih harus menerima materi-materi yang disampaikan oleh para pembina atau tamu pembicara. Peserta diklat harus rela menahan kangen dengan sanak keluarga, karena diwajibkan bagi mereka untuk menginap di Balai Diklat Kabupaten Trenggalek selama masa pelatihan.
Pada hari Rabu 12 Agustus, peserta Diklat Paskibraka mendapat kesempatan untuk menerima motivasi dan penjelasan tentang pemerintahan oleh Bupati Trenggalek H. Soeharto. Pada kesempatan tersebut H. Soeharto menjelaskan secara singkat tentang tugas-tugas pemerintahan di Pemkab Trenggalek. Tidak lupa beliau juga mengingatkan bahwa para peserta diklat adalah pemuda-pemuda yang akan meneruskan estafet pemerintahan Kabupaten Trenggalek, sehingga mereka diharapkan mampu berprestasi dan berkreasi agar kelak dapat membangun serta memajukan Kabupaten Trenggalek.
Pada hari Rabu 19 Agustus 2009, bertempat di Graha Hayam Wuruk Trenggalek diadakan Sosialisasi Dana Alokasi Khusus bidang pendidikan tahun 2009. Acara ini dihadiri oleh Bupati Trenggalek H. Soeharto, Kepala Dinas Pendidikan Drs. Abu Mansur, serta perwakilan dari Kajari dan Polres Trenggalek.
Sosialisasi ini diikuti oleh 200 Kepala Sekolah SD, 200 orang Komite Sekolah SD serta 14 orang perwakilan dari Unit Dinas Pendidikan (UDP) Kabupaten Trenggalek. DAKbidang pendidikan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang secara khusus dialokasikan untuk menunjang pelaksanaan wajib belajar 9 tahun. Diharapkan DAK dapat bermanfaat untuk memperbaiki sarana prasarana belajar di Sekolah Dasar, mampu mewujudkan pengelolaan pendidikan yang transparan, profesional dan akuntabel, serta dapat mewujudkan pelibatan masyarakat secara aktif dalam bidang pendidikan.
Dari 428 lembaga SD Negeri dan Swasta yang ada di Kabupaten Trenggalek, jumlah ruang kelas yang rusak kurang lebih sebanyak 1200 ruang. Oleh karena itu DAK Bidang Pendidikan diprioritaskan untuk rehabilitasi atau rekonstruksi ruang kelas yang rusak beserta meubelairnya, yaitu sebanyak 605 ruang kelas untuk 200 lembaga yang tersebar di Kabupaten Trenggalek.
Dalam sambutannya H. Soeharto menghimbau untuk membentuk suatu panitia yang anggotanya pimpinan sekolah, guru dan karyawan, serta masyarakat, agar dapat mengawasi serta menunjang keberhasilan program ini. “Program DAK bidang pendidikan tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya komunikasi dan koordinasi dengan bidang-bidang terkait, untuk itu tingkatkan komunikasi dan koordinasi dengan bidang-bidang terkait sesuai dengan bidang teknis masing-masing”, tutup beliau dalam akhir sambutannya.
Untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam membela & memperjuangkan kemerdekaan RI, kemarin 17/8/09, pada pukul 00.00 dilangsungkan renungan suci. Renungan ini dilangsungkan di Taman Makam Pahlawan Karangsoko, dihadiri oleh Muspida Kabupaten Trenggalek dan dipimpin oleh Dandim 0806 trenggalek Letkol Arm Hernawan G.P.
Acara diawali dengan penghormatan kepada arwah pahlawan, dilanjutkan pemanjatan doa kepada arwah para pahlawan. Kegiatan ditutup dengan penyalaan obor diatas makam pahlawan.
Esok harinya pada pukul 12.00 dilangsungkan acara tabur bunga yang dipimpin oleh Kapolres Trenggalek AKBP Desmawan Putra, dan diikuti oleh Muspida Kabupaten Trenggalek.
Dalam rangka memperingati hari pramuka ke 48, pada Kamis 13 Agustus 2009 bertempat di pendopo Kabupaten Trenggalek, dilangsungkan upacara ulang janji Trisatya. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Trenggalek, Wakil Bupati serta Pembina Pramuka Kabupaten Trenggalek.
Pada kesempatan tersebut juga dilangsungkan wisuda peserta kursus mahir pramuka tingkat lanjut oleh Bupati Trenggalek H. Soeharto. Para wisudawan adalah kakak – kakak pembina yang telah menjalani kursus ke-pramukaan tingkat lanjut di Kecamatan Bendungan.
Dalam sambutannya H. Soeharto berharap agar pramuka bisa menjadi suatu wadah untuk menyalurkan bakat-bakat positif para pemuda trenggalek. Pramuka diharapkan dapat tetap eksis dan berprestasi agar dapat menjadi teladan bagi pemuda – pemuda masa depan, tutup beliau pada akhir sambutan.