This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 01 September 2010

BERTEPATAN RAMADHAN, PROSESI PERINGATAN HARI JADI TRENGGALEK BERLANGSUNG SEDERHANA DAN BERNUANSA ISLAMI

Pemotongan Tumpeng oleh Bupati Trenggalek


Prosesi hari Jadi ke 816 Trenggalek  Selasa, 31 Agustus 2010  kemarin berlangsung khidmat. Tidak seramai biasanya, prosesi yang digelar kemarin terkesan lebih sederhana. Hal ini  memang menyesuaikan  situasi yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, sehingga prosesi dikemas lebih bernuansa Islami.
Dimulai pukul 15.00, prosesi diawali dengan penyerahan pusaka oleh Bupati Trenggalek,Kanjeng Raden Ario [KRA] Soeharto Hadiningrat kepada pasukan pembawa pusaka yang dipimpin Wakil Bupati,  Mahsun Ismail, S.Ag, M.M.  Ada delapan pusaka yang dikirab. Yaitu  Duplikat Prasasti Kamulan, Tombak Korowelang, Lambang Daerah Kabupaten Trenggalek, Parasamya Purna Karya Nugraha, Piala Adipura, Songsong Agung Tunggul Naga, Songsong Agung Tunggul Praja dan Songsong Agung Tunggul Wibowo.
Delapan  pusaka  tersebut dikirab mengelilingi jalan lingkar alun-alun. Pasukan pembawa Pusaka berjalan kaki diiringi cara balen/ monggang dan khosidah rebana. Ada juga pasukan pembawa tumpeng. Setelah pasukan pembawa pusaka meninggalkan Pendapa Kabupaten,  para tamu undangan di Pendopo  yang mayoritas berbusana adat Jawa dihibur tari Gambyong Minak Sopal. Para penari juga tampil tampil dengan nuansa Islami.
Salah satu prosesi peringatan Hari Jadi Trenggalek
Di depan SMPN 3 Trenggalek, para pejabat eselon III beserta istri yang berbusana adat Jawa dan para dayang yang  telah siap   membawa foto-foto mantan Bupati Trenggalek selanjutnya bergabung dengan pasukan pembawa pusaka. Tak lama kemudian pasukan pembawa pusaka kembali menuju Pendapa Kabupaten. Pusaka yang telah dikirab tadi kemudian diserahkan kembali ke Bupati Trenggalek.
Prosesi resepsi pun dimulai. Diawali dengan pembacaan doa, pembacaan ayat suci Al Quran dan pembacaan Sejarah Kabupaten Trenggalek. Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek, KRA Soehato Hadiningrat,  menyampaikan keberhasilan pembangunan pada masa pemerintahannya bersama Mahsun Ismail.
“Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus meningkat, dan pada tahun 2010 menduduki 5 besar di Jawa Timur. Kabupaten  Trenggalek juga dua kali menerima piala Adipura, tahun 2008 dan 2010.  Kabupaten  Trenggalek  juga sudah keluar  dari predikat  daerah tertinggal di Jawa Timur,” ucap Bupati  Trenggalek   dalam bahasa Jawa.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan permohonan maaf jika selama lima tahun mengendalikan pemerintahan di Kabupaten Trenggalek  terdapat banyak  kekurangan. Hal ini disampaikan KRA Soeharto Hadiningrat,  karena 2 Oktober 2010 mendatang akan mengakhiri masa tugasnya 
Usai menyampaikan sambutan, Bupati  bersama Wabup Mahsun Ismail, S.Ag, MM  dan Sekretaris Daerah, Ir.  Cipto Wiyono, M.Si.  menyebar udik-udik berupa uang receh sebesar Rp. 816 ribu. Begitu disebar, uang  recehan tersebut langsung menjadi rebutan warga. Udik-udik menunjukkan rasa sayang pimpinan pada rakyatnya  dan  merupakan sedekah. Diharapkan dengan sedekah Kabupaten Trenggalek terhindar dari bencana dan rezeki terus bertebaran di tanah Trenggalek, selain itu  juga tanda sebagai rasa bahagia atas ulang tahun ke 816 Trenggalek.

Usai sebar udik-udik, dilanjutkan lagi dengan selamatan  atau tasyakuran. Warga yang datang pun semakin banyak. Mereka menantikan pemotongan tumpeng oleh Bupati. Akhirnya prosesi hari jadi berakhir dengan berebut tumpeng dan pembagian nasi kotak bagi warga yang datang untuk berbuka bersama[#].

Selasa, 31 Agustus 2010

Foto-Foto Peringatan Hari Jadi Trenggalek ke-816








ZIARAH KE LIMA MAKAM LELUHUR DALAM RANGKA HARI JADI TRENGGALEK

Masih dalam rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-816 Trenggalek, pada hari Senin, 30 Agustus 2010 dilaksanakan Ziarah ke 5 (lima) makam Leluhur di Kab. Trenggalek. Kegiatan ini diikuti oleh Muspida, Kepala Satuan Kerja se-Kab. Trenggalek, tokoh Agama, tokoh masyarakat dan Tim Penggali Sejarah.

5 (lima) makam yang diziarahi adalah makam Setono Galek yang di dalamnya terdapat makam mbah Kawah dan Makam Setono Gedong yang di dalamnya terdapat Makam Raden Tumenggung Sumotruno, Joyonegoro, Mertodiningrat, Suromenggolo. Kedua makam tersebut berada di kelurahan Ngantru kec. Trenggalek. 

Kemudian ziarah dilanjutkan ke Makam Menaksopal yang berada di Makam Bagong, Kelurahan Surodakan Trenggalek; Makam Raden Mangu Negoro/Kanjeng Jimat, Raden Mangundirjo yang berada di Makam Argoayu desa Pogalan, Kec. Pogalan dan Makam Raden Wijaya Kusuma yang berada di Makam Artonogiri Mulyo, desa Buluagung Kec. Karangan. 

Dan pada malam harinya diadakan kegiatan tahlilan bertempat di Paringgitan, Pendopo Kab. Trenggalek. Setelah kegiatan tahlilan selesai, dilanjutkan dengan kegiatan Mocopat yang diikuti oleh grup Mocopat se-Kab. Trenggalek. Tembang/lagu yang dilantunkan adalah dandang gula dengan tema UUD ‘ 45. Acara ini selesai sampai jam 23.30 WIB.

PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK AKAN MENYERAHKAN TAMBAHAN UANG MAKAN KEPADA PNS/CPNS

Sebagaimana diungkapkan Sekretaria Daerah Kabupaten Trenggalek, Ir. Cipto Wiyono, M.Si. ketika diwawancarai sejumlah wartawan saat usai penyerahan sembako gratis di lapangan Karangan tanggal 24 Agustus 2010 yang lalu, sesuai ketentuan yang ada Pemerintah Kabupaten Trenggalek tidak akan memberikan Tunjangan Hari Raya [THR] menjelang lebaran. Namun, Pemerintah Kabupaten Trenggalek akan memberikan tambahan penghasilan berdasarkan pertimbangan objektif lainnya (tambahan uang makan). Hal itu sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Trenggalek Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pemberian Tambahan Penghasilan Dalam Bentuk Tambahan Uang Makan Kepada Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kabupaten Trenggalek Tahun Anggaran 2010.

Namun pemberian tambahan uang makan tersebut tidak diberikan kepada PNS yang telah menerima tambahan penghasilan berdasarkan beban kerja, tunjangan profesi guru PNSD bagi tenaga kependidikan yang telah mendapatkan sertifikasi dan tambahan penghasilan guru PNSD bagi guru yang belum mendapat tunjangan profesi. Dengan demikian, para guru/tenaga kependidikan di Kabupaten Trenggalek sebanyak 6.318 orang tidak akan menerima, begitu juga dengan 86 orang PNS yang bekerja di Satpol PP dan KPPM tidak akan menerima tambahan uang makan, karena telah mendapatkan tambahan penghasilan berdasarkan beban kerja. Sehingga, dari total PNS/CPNS di Kabupaten Trenggalek 10.713 orang, yang akan menerima tambahan uang makan hanya 4.306 orang.

Lebih lanjut, Ir. Cipto Wiyono menjelaskan bahwa besarnya tambahan uang makan Rp. 60.000,- per bulan untuk semua golongan, terhitung mulai Januari 2010. Menjelang lebaran tahun ini, tambahan uang makan tersebut diberikan sekaligus dalam 8 bulan, Januari – Agustus 2010. Sehingga tiap PNS/CPNS akan menerima Rp. 480.000,- dipotong pajak [bagi Golongan III & IV]. Ir. Cipto Wiyono mengharapkan agar awal September sebelum lebaran tambahan uang makan tersebut bisa diterima para PNS/CPNS (ys).

Senin, 30 Agustus 2010

Safari Ramadhan 1431 H di Kecamatan Kampak


Seperti tahun sebelumnya, dalam rangka mengisi kegiatan Ramadhan 1431 H, Bupati Trenggalek bersama rombongan yang terdiri dari Kepala SKPD lingkup Kabupaten Trenggalek menyelenggarakan Safari Ramadhan. Kali ini, rombongan tersebut mengunjungi dusun Tenggar, Desa Senden Kecamatan Kampak pada Jumat, 27 Agustus 2010 bertempat di Masjid Al Hikmah.
Dalam paparannya, Camat Kampak, Hardiansyah, S.Sos  menceritakan bahwa di Desa Senden terdapat  28 tempat ibadah dan 6 (enam) diantaranya adalah masjid, salah satunya yaitu Masjid Al Hikmah.
Sementara itu, Bupati Trenggalek, H. Soeharto dalam sambutannya  mengajak masyarakat sekitar untuk menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, apa yang kita perlukan untuk hidup mulai dari udara, air dan makanan didapatkan dari lingkungan.  Secara teknis Bupati menjelaskan bahwa tumbuhan yang berhijau daun menghasilkan oksigen (O2) melalui proses fotosintesis. Oksigen merupakan unsur  yang sangat diperlukan oleh kehidupan, baik manusia dan hewan.  Sebaliknya,  tumbuhan tersebut akan menyerap gas karbondioksida ( Co2) yang bersifat racun. Dimana gas karbondioksida yang berlebihan di udara akan membuat suhu udara semakin panas. Oleh karena itu, agar udara tetap segar dan suhu udara tidak semakin panas, maka gerakan penghijauan mutlak diperlukan, ujar Bupati 
Selain itu, sebagain besar makanan yang kita perlukan berasal dari lingkungan hidup [tumbuhan],  maka sudah selayaknya kita menjaga lingkungan. “Air akan mudah diperoleh  jika lingkungan hidup kita terjaga” ungkap Bupati.  
Menutup sambutannya, Bupati meminta maaf kepada masyarakat atas segala kekurangan selama memerintah dahulu. selanjutnya, Bupati meminta masyarakat memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan yang baru, semoga pemimpin yang baru mampu mewujudkan pemerintah yang lebih baik.
Sebelumnya, H. Soeharto menyerahkan bantuan operasional kepada Masjid Al Hikmah berupa uang sebesar Rp. 1,5 juta dan 1 (satu) lembar  karpet. Sambil menunggu waktu berbuka, dalam kesempatan tersebut disampaikan hikmah Ramadhan oleh Kyai Samsul Huda Bastomi dari Ponpes Nailul Ulum Kampak(#)