This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 16 November 2009

RAKOR PENINGKATAN KEWASPADAAN DINI MASYARAKAT


Bertempat di Gedung Sebaguna Kelutan, Pemerintah Kabupaten Trenggalek menggelar Rapat Koordinasi Peningkatan Kewaspadaan Dini Masyarakat di Daerah, Kamis 12 Nopember 2009. Rapat Koordinasi Kewaspadaan Dini Masyarakat untuk mengantisipasi terhadap ancaman teroris di wilayah kabupaten Trenggalek ini, diikuti oleh Muspida, Kepala SKPD, Muspika, Kominda (Komunitas Intelejen Daerah), Babinkamtibmas, Kepala Desa/Lurah, Tokoh Agama dan masyarakat se-Kabupaten Trenggalek. Wakil Bupati Trenggalek, Mahsun Ismail, S.Ag.,MM. yang membuka rakor ini dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengamanan kamtibmas di Kabupaten Trenggalek, dan melakukan penanganan sinergis antara masyarakat, pemerintah, TNI, dan Polri di daerah. Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati secara khusus menekankan perlunya kewaspadaan dini dan pencegahan terorisme. Fakta membuktikan bahwa ancaman teroris masih menjadi musuh bersama yang tidak kasat mata. Kejadian terorisme harus menjadi perhatian bersama dan menjadi pelajaran berharga yang harus diperhatikan agar tidak terjadi di masa depan. “Oleh sebab itu untuk mencegah dan menanggulangi segala kegiatan terorisme, semuanya harus ditangani secara menyeluruh, cepat, tepat, cermat dan bijaksana,” lanjut Mahsun Ismail, S.Ag.,MM. Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpollinmas) Kabupaten Trenggalek, Hari Purnomo, SH., melaporkan bahwa rakor tersebut digelar untuk meningkatkan koordinasi dalam rangka kewaspadaan dini masyarakat dan penanganan terorisme di Trenggalek. “Rakor ini salah satunya untuk mendorong dilakukannya pelaporan cepat bila terjadi gangguan kamtibmas dan munculnya terorisme di daerah,” kata Hari Purnomo, SH.

Jumat, 13 November 2009

PERINGATAN HARI KESEHATAN NASIONAL KE-45 TAHUN 2009

Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-45 Tahun 2009 di Kabupaten Trenggalek ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera di halaman RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Kamis 12 Nopember 2009. Bertindak selaku Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional di Kabupaten Trenggalek adalah wakil Bupati Trenggalek, Mahsun Ismail, S.Ag.MM. Tema Hari Kesehatan Nasional kali ini adalah: “Lingkungan Sehat, Rakyat Sehat”. Tema tersebut dipilih, dengan harapan dapat lebih mengarahkan pada peningkatan kualitas lingkungan dalam pencapaian sasaran pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas bangsa secara keseluruhan. Wakil Bupati Trenggalek, Mahsun Ismail, S.Ag.,MM. dalam amanatnya menyampaikan bahwa tujuan pembangunan kesehatan diarahkan untuk mencapai empat sasaran, yaitu: meningkatnya usia harapan hidup, menurunnya angka kematian bayi, menurunnya angka kematian ibu melahirkan, dan menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak balita. Wakil Bupati menambahkan bahwa tema HKN ke-45 juga sesuai dengan semangat pemerintah untuk mencapai target MDG’s sebagai komitmen global dalam tujuan ke-7 MDG’s, yaitu menjamin kelestarian lingkungan hidup, dan target 10, yaitu menutunkan separo proporsi penduduk yang tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman dan sanitasi dasar pada tahun 2015. Pada akhir sambutannya, Wakil Bupati Trenggalek, Mahsun Ismail, S.Ag.,MM. mengajak kepada semua pihak untuk terus berupaya melakukan peningkatan dan perbaikan dalam bidang kesehatan lingkungan.

PERINGATAN HARI PAHLAWAN KE-64 TAHUN 2009


Peringatan Hari Pahlawan ke-64 tahun 2009 di Kabupaten Trenggalek dilaksanakan di halaman Pendopo Kabupaten Trenggalek, Selasa 10 Nopember 2009. Peringatan Hari Pahlawan tahun 2009 ini mengambil tema “Dengan Semangat dan Nilai-Nilai Kepahlawanan, Kita Perkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Bupati Trenggalek, H. KRA. Soeharto HAdiningrat. Upacara ini diikuti oleh seluruh unsur Muspida, tokoh pejuang, Korpri, unsur TNI dan Polri serta para pelajar dan pramuka. Bupati Trenggalek, dalam amanatnya menyampaikan bahwa semangat juang dari para pahlawan yang tidak kenal menyerah untuk mewujudkan kemerdekaan dan tetap mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia hendaknya kita pelihara dan kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari, kini dan masa datang. Dengan upacara bendera ini mencerminkan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa yang menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawannya. Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara bendera ini merupakan salah satu bentuk penghargaan atas jasa para pahlawan yang telah rela berkorban, pantang mundur, tanpa pamrih yang dilandasi oleh percaya pada kemampuan sendiri berjuang demi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setalah pelaksanaan upacara bendera, acara kemudian dilanjutkan Upacara Ziarah Nasional dilanjutkan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Karangsoko, Trenggalek, dipimpin oleh Kapolres Trenggalek, AKBP. Eddy Hermanto.

UPACARA ADAT LABUH LAUT LARUNG SEMBONYO


Bupati Trenggalek, H. KRA. Soeharto Hadiningrat, didampingi Muspida dan Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek menghadiri upacara labuh laut larung sembonyo yang diselenggarakan oleh nelayan Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Minggu, 8 Nopember 2009. Upacara adat yang dimulai pukul 10.00 ini berlangsung dengan sangat meriah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pecinta seni tradisional. Upacara adat ini dimulai dengan kirab gunungan tumpeng setinggi 2 meter yang diiringi tokoh masyarakat dari Balai Desa Tasikmadu, menuju tempat pelelangan ikan di tepi dermaga Pantai Prigi. Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek, H. Soeharto, menyampaikan bahwa disamping untuk melestarikan budaya lokal, ritual semacam ini diharapkan bisa mendorong dayak tarik wisata, khususnya kawasan Pantai Prigi, dan umumnya daerah-daerah wisata lain di Kabupaten Trenggalek. Labuh laut atau larung sembonyo merupakan perwujudan rasa syukur para nelayan atas panen ikan musim ini, sekaligus sebagai pengharapan atas perlindungan dan keselamatan serta limpahan rezeki yang semakin bertambah, berupa tangkapan ikan yang lebih banyak pada tahun mendatang. Kemudian acara dilanjutkan dengan penuturan sejarah adat larung sembonyo, langen tayub, dan puncaknya pelarungan gunungan tumpeng setinggi 2 meter dan aneka rempah-rempah sebagai sesaji ke tengah samudera. Pelarungan aneka makanan dan gunungan tumpeng nasi kuning lebih ditujukan sebagai simbolisasi kemakmuran masyarakat nelayan pasca musim panen mereka.

Rabu, 04 November 2009

Pelepasan Jemaah Calon Haji Kabupaten Trenggalek Tahun 2009


Sebanyak 373 orang jemaah calon haji asal Kabupaten Trenggalek yang tergabung dalam kloter 41 dilepas oleh Bupati Trenggalek H. KRA Soeharto Hadiningrat, dari halaman Pendopo Kabupaten Trenggalek, Rabu 4 Nopember 2009, pada pukul 05.00 WIB.