This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 25 November 2009

TRENGGALEK TUAN RUMAH FESTIVAL KESENIAN KAWASAN SELATAN


Kabupaten Trenggalek, dipercaya oleh Propinsi Jawa Timur sebagai tuan rumah Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS) yang diikuti oleh delapan kabupaten/kota yang berada di kawasan selatan Jawa Timur, yaitu: Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi. FKKS yang kelima kalinya ini dibuka oleh Sekretaris daerah Propinsi Jawa Timur, Rasiyo, Jumat 20 Nopember 2009, bertempat di halaman Pendopo Kabupaten Trenggalek, dan berlangsung selama tiga hari, hingga tanggal 22 Nopember 2009 . Dalam FKKS ini berbagagai kesenian tradisional dari delapan kabupaten/kota silih berganti ditampilkan. Aneka penampilan dari masing-masing daerah yang sebenarnya memiliki satu rumpun kesenaian yang sama itu memberi kesan semarak dalam acara FKKS tersebut.Terlebih masing-masing rombongan tampak berusaha tampil maksimal dalam upayanya memperkenalkan kekhasan daerahnya. FKKS ini merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang pelaksanaannya secara bergantian dilaksanakan di delapan kabupaten wilayah kawasan selatan.
Kegiatan yang diikuti dari masing-masing peserta, antara lain: pawai budaya, pergelaran seni budaya, pemutaran film promosi antar kabupaten, diskusi budaya kawasan selatanserta mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Trenggalek. Dalam FKKS ini, Kabupaten Banyuwangi menampilkan tari Gandrung, Kabupaten Jember menggelar campursari Kethek Ogleng-nya. Lalu Kabupaten Lumajang dengan pergelaran seni Nyi Simah serta dari Kabupaten Blitar dengan kesenian Jathilan Kopyok. Seni tari reog kendang dari Tulungagung, Pethilan Wayang Guyon Maton dari Pacitan, Tari Grebeg dari Malang, Tari Turonggo Yakso dari Trenggalek, Reog Ponorogo dari Ponorogo, hingga Grebeg Bala Sewu dari Banyuwangi serta Budaya Gong Kyai Pradah dari Blitar. Saat penutupan pada Minggu, 22 Nopember 2009, ditandai penyerahan Pataka FKKS oleh Bupati Trenggalek, H. KRA. Soeharto Hadiningrat kepada tuan rumah tahun 2010, yaitu Kabupaten Malang.

Selasa, 24 November 2009

PENCANANGAN PERCEPATAN PRODUKSI TEPUNG CASSAVA FERMENTASI DAN DEKLARASI KEMANDIRIAN TEPUNG NASIONAL


Dalam rangka mendorong peningkatan pembangunan agroindustri tepung nasional, Menteri Pertanian RI, Ir. Suswono, MMA, melakukan Pencanangan Percepatan Produksi Tepung Cassava Fermentasi dan Deklarasi Kemandirian Tepung Nasional, bertempat di lapangan Desa Karangan, Trenggalek, Selasa 24 Nopember 2009. Pencanangan dan Deklarasi ini dihadiri oleh Dirjen PPHP dan pejabat lingkup Departemen Pertanian, Kepala Dinas Pertanian Tanaman pangan dan Hortikulutura Propinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pertanian daerah penerima kegiatan pengembangan Agroindustri tepung-tepungan beserta gapoktan dan pelaku usaha tepung-tepungan, serta perwakilan dari IPB, UNEJ, dan UNIBRAW. Dirjen PPHP (Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian) Departemen RI, Zaenal Bachrudin, dalam laporannya menyampaikan bahwa upaya peningkatan citra tepung singkong terus dilakukan sehingga nantinya diharapkan menjadi “Tepung Lokal Untuk ku”. Salah upaya tersebut adalah dengan Pencanangan Percepatan Produksi Tepung Cassava Fermentasi dan Deklarasi Kemandirian Tepung Nasional, sebagai upaya persiapan penambahan pemenuhan tepung sebesar 20% selama lima tahun ke depan. Dirjen PPHP, menambahkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan konsumsi tepung-tepungan (sebagai sumber pati dan energi) pada saat ini masih harus impor 5.295.859 ton gandum (2008). Oleh karena itu untuk mengupayakan produksi tepung dalam negeri perlu peningkatan kapasitas olah pabrik maupun peningkatan jumlah unit pengolahan tepung di masyarakat terutama di pedesaan sebagai sentra produksi ubi kayu. Bupati Trenggalek, H. Soeharto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ubi kayu merupakan salah satu penggerak agroindustri di Trenggalek, hal ini dikarenakan potensi yang besar dari sisi areal tanam dan melibatkan mayoritas masyarakat Trenggalek, selain tepung cassava dapat dijadikan sebagai substitusi tepung terigu. Bupati menambahkan bahwa saat ini dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan agar tidak harus tergantung pada beras, Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus berusaha meningkatkan keanekaragaman pangan, dimana sempat diundang ke Puspitek Jawa Barat untuk proposal Mocaf (Modified cassava Floor). Menteri Pertanian RI, Ir. Suswono, MMA, dalam pencanangan dan deklarasi ini mengatakan bahwa pengembangan tepung cassava dapat dijadikan tahap awal untuk pemenuhan mandiri kebutuhan tepung di Indonesia. Sebagai bagian dari pembangunan ketahanan pangan nasional, maka industri tepung berbasis sumber daya lokal seperti singkong, perlu didukung dengan kebijakan yang komprehensif mulai dari hulu (produksi bahan baku), industri (teknologi, peralatan, pembiayaan dan jasa), serta kebijakan distribusi dan pemasaran sampai dengan pengguna. Menurut Menteri Pertanian RI, upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong industrialisasi tepung cassava antara lain: stimulus pengembangan tepung-tepungan pada usaha kecil bidang pangan; sosialisasi, advokasi dan pembinaan peningkatan pemanfaatan pangan lokal melalui tepung-tepungan; pemberian peralatan tepung-tepungan kepada usaha kecil bidang pangan dalam upaya meningkatkan produktivitas dan mutu tepung yang dihasilkan; mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam meneruskan sosialisasi dan pengembangan teknologi tepung-tepungan; dan terus mengupayakan pencitraan tepung cassava sehingga menjadi tepung kebanggaan nasional. Pada akhir sambutannya, Menteri Pertanian, Ir. Suswono, MMA., berharap dengan dicanangkannya Percepatan Produksi Tepung Cassava Fermentasi dan Deklarasi Kemandirian Tepung Nasional dapat dijadikan titik tolak penyatuan gerak dari berbagai program untuk mengintensifkan gerakan percepatan produksi tepung fermentasi, khususnya bagi pelaku usaha tepung, sehingga akan mampu mendiversifikasi pangan Indonesia.

Kamis, 19 November 2009

INFORMASI NOMOR TES CPNS DAN LOKASI TEST

Kami melaunching aplikasi untuk pencarian nomor ujian dan lokasi tes bagi pelamar yang memenuhi syarat.



Fasilitas ini bisa diakses melalui alamat: http://gecko.web.id/cpns/



Semoga bisa bermanfaat.

Selasa, 17 November 2009

PEMBERANGKATAN TRANSMIGRAN KE TOJO UNA UNA


Untuk ketiga kalinya, Pemerintah Kabupaten Trenggalek memberangkatkan transmigran ke Desa Betaua, Kabupaten Tojo Una Una, Propinsi Sulawesi Tengah. Pertama kali dilakukan pada tanggal 31 Desember 2008 sebanyak 20 KK, yang kedua pada tanggal 2 Juni 2009 dengan memberangkatkan 15 KK, dan yang ketiga kalinya diberangkatkan pada tanggal 15 Nopember 2009 dengan jumlah transmigran sebanyak 15 KK dengan 53 jiwa dari Kecamatan Panggul. Hal tersebut dilaporkan oleh Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Trenggalek, Drs. Ali Mustofa, M.Si, saat acara pemberangkatan Transmigran Swakarsa Mandiri Kabupaten Trenggalek tahun 2009 ke Kabupaten Tojo Una Una, di Kantor Diklat Aparatur dan Masyarakat Kabupaten Trenggalek, Minggu 15 Nopember 2009. Bupati Trenggalek, H. KRA. Soeharto Hadiningrat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa transmigrasi adalah ibarat hijrah untuk memerangi kemiskinan dan keterbelakangan, oleh karena itu para transmigran diharapkan untuk mantap melangkah dan tidak ragu-ragu lagi. Semangat dan etos kerja transmigran dari Kabupaten Trenggalek telah diakui oleh Pemerintah Kabupaten Tojo Una Una, oleh karena itu Bupati meminta para transmigran menjaga nama baik Kabupaten Trenggalek. Pada akhir sambutannya, Bupati Trenggalek, H. KRA. Soeharto Hadiningrat, meminta transmigran untuk menunjuk salah seorang sebagai koordinator, sehingga bila ada masalah mudah pemecahannya, selain untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan para transmigran.

Senin, 16 November 2009

UPACARA ADAT BERSIH DAM BAGONG


Bertempat di area Makam Bagong, masyarakat Kecamatan Trenggalek dan Pogalan, utamanya warga petani yang memanfaatkan daerah aliran sungai bagong, mengadakan acara Upacara Adat Bersih Dam Bagong 2009, Jum’at 13 Nopember 2009. Upacara adat bersih Dam Bagong, digelar bertepatan dengan hari Jum’at Kliwon pada Bulan Sela setiap tahunnya. Hadir dalam upacara adat ini, Wakil Bupati Trenggalek, Mahsun Ismail, S.Ag.,MM., Muspida Kabupaten Trenggalek, Kepala SKPD, Camat Trenggalek dan Pogalan, Kepala Desa se-Trenggalek dan Pogalan, serta tokoh masyarakat dan petani di Kecamatan Trenggalek. Kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun ini merupakan tradisi yang dilaksanakan untuk menghormati leluhur pahlawan tani, yaitu almarhum Ki Ageng Menak Sopal. Selain itu, upacara adat ini merupakan ungkapan syukur masyarakat kepada Tuhan YME, dengan harapan semoga wilayah Trenggalek selalu dalam keadaan tentram penuh kedamaian,” demikian disampaikan Wakil Bupati Trenggalek, Mahsun Ismail, S.Ag.MM dalam sambutannya. Penyelenggaraan upacara adat ini, ditandai dengan penyembelihan satu ekor kerbau pada pukul 03.30 WIB dini hari tadi yang dagingnya akan dibagikan kepada masyarakat setelah dimasak. Sedangkan kepala kerbau tersebut, dilarung di Sungai Bagong. Kemudian acara dilanjutkan dengan upacara ruwat Pagelaran Wayang Kulit.