Telah lama Kabupaten Trenggalek dikenal sebagai salah satu sentra pengolahan hasil pertanian khususnya tepung tapioka. Sentra pengolahan tepung tapioka di Kabupaten Trenggalek terdapat di dua wilayah, yaitu di Desa Sumberdadi Kecamatan Trenggalek, dan Desa Pogalan Kecamatan Pogalan. Kegiatan pengolahan tepung tapioka tersebut mampu memberdayakan masyarakat di pedesaan, namun dampak dari pengolahan singkong menjadi tepung tapioka juga mengakibatkan pencemaran lingkungan baik udara maupun air. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Trenggalek, Mahsun Ismail, S.Ag.,MM. saat membuka acara Sosialisasi Pemanfaatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal dan Serah Terima IPAL Komunal dari Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal RI di Kabupaten Trenggalek. Acara yang diselenggarakan di Balai Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan pada Kamis, 29 Oktober 2009 ini dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Kementerian PDT RI, Nara sumber dari ITS Surabaya, Kepala SKPD terkait, Muspika Kecamatan Pogalan, tokoh masyarakat, serta pengusaha tapioka penerima bantuan. Lebih lanjut, Wakil Bupati Trenggalek menambahkan bahwa berdasarkan UU No. 23 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, disebutkan bahwa setiap penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan, wajib melakukan pengelolaan limbah hasil usaha dan/atau kegiatan. Dengan demikian, pengelolaan limbah hasil pengolahan tapioka wajib dilaksanakan. Atas nama Pemerintah dan masyarakat Trenggalek, Wakil Bupati mengucapkan terima kasih atas bantuan satu unit IPAL Komunal untuk pengolahan limbah tapioka dari Kementerian PDT RI. “Bantuan ini sangat besar artinya bagi Pemerintah Kabupaten Trenggalek khususnya dalam pengelolaan lingkungan mengingat keterbatasan dana dan kemampuan pengusaha untuk membangun instalasi pengolahan air limbah komunal”, ucap Wakil Bupati mengakhiri sambutannya.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Selasa, 03 November 2009
SOSIALISASI PEMANFAATAN IPAL KOMUNAL DI KABUPATEN TRENGGALEK.
14.40
No comments
Telah lama Kabupaten Trenggalek dikenal sebagai salah satu sentra pengolahan hasil pertanian khususnya tepung tapioka. Sentra pengolahan tepung tapioka di Kabupaten Trenggalek terdapat di dua wilayah, yaitu di Desa Sumberdadi Kecamatan Trenggalek, dan Desa Pogalan Kecamatan Pogalan. Kegiatan pengolahan tepung tapioka tersebut mampu memberdayakan masyarakat di pedesaan, namun dampak dari pengolahan singkong menjadi tepung tapioka juga mengakibatkan pencemaran lingkungan baik udara maupun air. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Trenggalek, Mahsun Ismail, S.Ag.,MM. saat membuka acara Sosialisasi Pemanfaatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal dan Serah Terima IPAL Komunal dari Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal RI di Kabupaten Trenggalek. Acara yang diselenggarakan di Balai Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan pada Kamis, 29 Oktober 2009 ini dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Kementerian PDT RI, Nara sumber dari ITS Surabaya, Kepala SKPD terkait, Muspika Kecamatan Pogalan, tokoh masyarakat, serta pengusaha tapioka penerima bantuan. Lebih lanjut, Wakil Bupati Trenggalek menambahkan bahwa berdasarkan UU No. 23 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, disebutkan bahwa setiap penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan, wajib melakukan pengelolaan limbah hasil usaha dan/atau kegiatan. Dengan demikian, pengelolaan limbah hasil pengolahan tapioka wajib dilaksanakan. Atas nama Pemerintah dan masyarakat Trenggalek, Wakil Bupati mengucapkan terima kasih atas bantuan satu unit IPAL Komunal untuk pengolahan limbah tapioka dari Kementerian PDT RI. “Bantuan ini sangat besar artinya bagi Pemerintah Kabupaten Trenggalek khususnya dalam pengelolaan lingkungan mengingat keterbatasan dana dan kemampuan pengusaha untuk membangun instalasi pengolahan air limbah komunal”, ucap Wakil Bupati mengakhiri sambutannya.
Senin, 02 November 2009
PEMBUKAAN DIKLAT BRIGADE PENOLONG II KWARDA GERAKAN PRAMUKA JATIM
09.36
1 comment
Kabupaten Trenggalek kembali mendapat kepercayaan dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur sebagai tempat penyelenggaraan Diklat Brigade Penolong II, mulai 30 Oktober hingga 4 Nopember 2009 yang diikuti 68 orang penegak dan pandega perwakilan dari 26 kwarcab se-Jawa Timur. Trenggalek dipilih sebagai tempat Diklat Brigade Penolong karena memiki tempat yang sesuai yaitu daerah pegunungan, waduk serta tebing untuk latihan. Acara yang di mulai hari Sabtu, 31 Oktober ini di buka oleh Bupati Trenggalek, H. KRA. Soeharto Hadiningrat, bertempat di Pendopo Kabupaten Trenggalek. Bupato Trenggalek, H. KRA. Soeharto Hadiningrat, dalam amanatnya menyampaikan bahwa Indonesia memiliki wilayah yang tidak hanya strategis dan vital, namun juga daerh yang rawan bencana yang sewaktu-waktu memungkinkan terjadinya bencana alam. Oleh karena itu, Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur terus meningkatkan kualitas dan daya guna potensi pertolongan dalam penanganan bencana dan kegiatan SAR (Search and Rescue), salah satunya melalui Diklat Brigade Penolong. Dengan Diklat Brigade Penolong ini, Bupati Trenggalek, berharap para lulusan diklat nantinya dapat menunjang kegiatan-kegiatan Pramuka Peduli di daerahnya masing-masing. Lebih dari itu diharapkan mereka juga mampu memberikan bantuan dan mengambil inisiatif pertolongan jika terjadi bencana. Seorang Pramuka dapat menjadi berguna di tengah masyarakat, minimal di lingkungan sendiri merupakan salah satu tujuan dari pendidikan kepramukaan. Upaya-upaya peningkatan kualitas peserta didik harus terus dilakukan. “Hal ini sesuai dengan salah satu satya, dalam Tri Satya, yaitu Menolong Sesama Hidup dan Ikut Serta Membangun Masayarakat”, kata Bupati di akhir amanatnya. Pada kesempatan ini Bupati Trenggalek menyerahkan satu unit mobil untuk operasional Brigade Penolong 1303 Kwarcab Gerakan Pramuka Trenggalek.
KABUPATEN TRENGGALEK JUARA I PAMERAN HARI PANGAN SEDUNIA XXIX
08.54
No comments
Karena singkong, Pemerintah Kabupaten Trenggalek meraih juara I dalam Pameran Hari Pangan Se-Dunia XXIX tahun 2009 yang diselenggarakan di Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta 12 – 15 Oktober 2009. Pameran Hari Pangan Se-Dunia XXIX ini diikuti oleh Departemen, Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, BUMN, BUMD, Praktisi Agribisnis dan Agroindustri seluruh Indonesia. Maksud dan tujuan dari Pameran Hari Pangan Sedunia XXIX ini adalah sebagai sarana publikasi dan informasi produk-produk pangan unggulan dari pemerintah daerah, instansi maupun swasta, dan pelaku industry pangan negara-negara sahabat dalam mewujudkan ketahanan dan peningkatan pangan. Selain itu, dengan pameran ini diharapkan mampu mendorong dan memotivasi pemerintah baik pusat maupun daerah, swasa serta masyarakat untuk meraih prestasi dan swasembada pangan yang lebih baik di masa mendatang. Tema Nasional Pameran Hari Pangan Sedunia XXIX tahun 2009 adalah: “Memantapkan Ketahanan Pangan Nasional mengantisipasi Krisis Global”. Sedangkan Tema yang diangkat Kabupaten Trenggalek dalam pameran ini adalah: “SAYA CINTA ANAK SINGKONG, SIAPA TAKUT TANPA BERAS, BERKAT SINGKONG JUARA ASTRONOMI INTERNASIONAL” SEJALAN DENGAN TEMA NASIONAL”, yang sangat cocok dengan tema nasional. Selain slogan yang membanggakan singkong tersebut, stand pameran kabupaten Trenggalek ditata cukup artistik, sehingga memberikan kesan suasana pedesaan yang berbeda dengan stand lainnya. Dalam pameran ini Kabupaten Trenggalek menyajikan produk-produk makanan dari tepung cassava, makanan khas trenggalek seperti thiwul dan gathot instan, krupuk berbahan baku cassava, kripik pisang dan talas, jamu instan, dan gula merah yang sangat diminati para pengunjung. Aspek yang dinilai dalam pameran ini antara lain: kesesuaian tema, aktivitas layanan stand, kebersihan, desain dan artistik stand, jumlah pengunjung, dan bahan pameran.
Jumat, 30 Oktober 2009
PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA KE-81 DI KABUPATEN TRENGGALEK
11.21
No comments
Puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-81 di Kabupaten Trenggalek, ditandai dengan pelaksanaan upacara di halaman Pendopo Kabupaten Trenggalek, Rabu 28 Oktober 2009. Bertindak sebagai inspektur upacara yang diikuti para pejabat struktural lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, unsur PNS, TNI, Polri, organisasi massa dan pemuda, pelajar serta pramuka di Trenggalek ini adalah Wakil Bupati Trenggalek, Mahsun Ismail, S.Ag.,MM. Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-81 tahun 2009 bertepatan dengan 101 tahun Hari Kebangkitan Nasional dan 11 tahun reformasi. Ketiga momentum sejarah yang sangat penting dalam perjuangan bangsa Indonesia itu, dipelopori oleh para pemuda pada zamannya. Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-81 tahun 2009 mengangkat tema: “Pemuda Mandiri, Indonesia Maju dan Bersatu”. Wakil Bupati Trenggalek, Mahsun Ismail, S.Ag.MM., selaku inspektur upacara dalam amanatnya menyampaikan bahwa tema peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-80 ini mengandung pesan bahwa bekal menuju Indonesia sejahtera adalah dengan mencetak, membangun dan mengembangkan pemuda Indonesia yang patriotik, memiliki jati diri, memiliki wawasan dan jiwa nasionalis religius, berpegang teguh pada komitmen untuk tetap bersatu berdaulat di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta tumbuhnya kesadaran dan semangat untuk bangkit memimpin bangsa ini keluar dari keterpurukan dan krisis multi dimensional yang tengah melanda bangsa ini. Wakil Bupati mengingatkan, melalui peringatan Hari sumpah Pemuda ke-81 kita dapat mengenang kembali tekad pemuda Indonesia saat itu yang mengikrarkan komitmen persatuan dan kesatuan bangsa, yaitu : satu tanah air Indonesia, Satu bangsa Bangsa Indonesia, dan Satu bahasa Bahasa Indonesia. Pada akhir sambutannya, melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda, Wakil Bupati berharap agar bangsa ini kembali merenungkan dan menghayati jiwa dan semangat yang terkandung dalam nilai-nilai sumpah pemuda yang telah diikrarkan para pemuda saat itu dari berbagai suku, agama, dan latar belakang kebudayaan yang sangat plural dari seluruh Indonesia.
KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR
09.40
No comments
Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Trenggalek dan Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, menyelenggarakan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar “Argo Ayu” Angkatan ke-56 Satuan Karya (Saka) Bakti Husada Cabang Trenggalek, bertempat di Bumi Perkemahan Dilem Wilis, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Kursus yang dilaksanakan selama lima hari mulai 27 hingga 31 Oktober 2009 ini, di buka oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Trenggalek, Mahsun Ismail, S.Ag.,MM. yang juga selaku Wakil Bupati Trenggalek. Kepala Dinas Kesahatan Kabupaten Trenggalek, dr. Noto Budianto, selaku ketua panitia melaporkan bahwa kursus yang diikuti oleh 56 peserta ini bertujuan untuk pengembangan dan pembinaan kader pembangunan kesehatan Saka Bakti Husada dalam upaya memacu masyarakat untuk berpola hidup sehat. KaKwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Trenggalek, Mahsun Ismail, S.Ag.MM. dalam amanatnya saat membuka kursus menyampaikan terima kasih atas perhatian Saka Bakti Husada atas kontibusinya di bidang kesehatan bagi Gerakan Pramuka. Dengan kursus ini, Mahsun Ismail, S.Ag.MM. berharap akan lahir pembina-pembina pramuka yang handal baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Pada akhir amanatnya KaKwarcab berpesan kepada para peserta kursus untuk mengikuti proses acara dengan baik hingga selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan para pelatih. Selanjutnya KaKwarcab, Mahsun Ismail, S.Ag.,MM, menyerahkan tanda peserta secara simbolis sebagai tanda dimulainya Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar “Argo Ayu 56” Saka Bakti Husada Cabang Trenggalek tahun 2009. Dalam Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar ini peserta akan mendapatkan materi: Dinamika kelompok, Pengembangan sasaran kursus kepramukaan, Prinsip dasar peserta didik dan metode kegiatan sebagai alat pendidikan, penjelajahan, serta cara membina organisasi kegiatan di alam terbuka.
Langganan:
Postingan (Atom)










