This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 09 Februari 2010

BUPATI RESMIKAN GEDUNG TK WONOCOYO

Seiring dengan perkembangan pendidikan, maka dalam usia sejak dini anak-anak perlu dikenalkan dengan pola pendidikan yang tepat. Oleh karena itu sarana-sarana penunjang sudah selayaknya dapat dipenuhi dalam rangka memenuhi tuntutan tersebut. Salah satu sarana pendukung pendidikan adalah dari tingkat kanak-kanak yang dirasa masih sangat kurang terutama di daerah pelosok. Berkaitan dengan hal tersebut dengan selesainya pembangunan gedung Taman Kanak-Kanak Wonocoyo Kecamatan panggul Bupati Trenggalek H. Soeharto berkenan meresmikannya sebagai tanda dimulainya pemakaian gedung baru tersebut.Bertempat di Kantor Kecamatan panggul pada Hari Rabu, 27 Januari 2010 Bupati Trenggalek berkenan meresmikan selesainya pembangunan gedung baru TK Wonocoyo. Bersamaan dengan acara tersebut Bupati Trenggalek juga menyerahkan 200 sertifikat tanah bagi warga Desa Nglebeng, serta menyerahkan bantuan sapi Brahman cross bagi kelompok peternak desa Barang serta bagi Pondok Pesantren di Panggul. Bupati Trenggalek H. Soeharto juga berkenan menyerahkan bantuan truk angkutan yang merupakan sumbangan dari Kementrian PDT.Camat panggul Ir. Mulyono, MM dalam kata laporannya mengatakan bahwa kebutuhan pendidikan bagi anak usia dini di wilayahnya sudah sangat mendesak, di antaranya adalah pendidikan taman kanak-kanak. Oleh karena itu pembangunan ta,man kanak-kanak di Desa Wonocoyo ini sangat membantu. Pendidikan usia dini merupakan dasar pembentukan perilaku di usia selanjutnya.Peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita yang dilanjutkan dengan peninjauan ruangan. Dalam kesempatan itu Bupati Trenggalek juga berkenan ,menyerahkan truk angkutan bantuan dari kementrian PDT. Juga diserahkan bantuan sapi Brahman cross kepada kelompok peternak dari Desa Barang dan kepada sebuah pondok pesantren. Sebelumnya Bupati Trenggalek juga menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah bagi masyarakat Desa Nglebeng. Sertivikasi ini merupakan program Prona yang dilakukan oleh badan Pertanahan nasional sebagai wujud dari program 100 hari pemerintahan SBY.Dalam kata sambutannya Bupati Trenggalek Soeharto menyatakan bahwa bantuan ini merupakan wujud dari kerja keras pemerintah untuk mensejahterakan rakyat. Apa yang menjadi kebutuhan dan tuntutan rakyat memang sudah sewajibnya direspon oleh pemerintah dan selanjutnya memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Namun bupati juga berharap hendaknya bantuan itu dipelihara dengan baik dan dipergunakan sesuai dengan prioritasnya.

PERINGATAN SEWINDU PERMADANI TRENGGALEK



Memperingati sewindu-nya, Permadani (Persatuan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia) Kabupaten Trenggalek menyelenggarakan tasyakuran bertempat di Pendopo Kabupaten Trenggalek, Minggu 7 Pebruari 2010. Hadir dalam acara ini, Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek, Muspida Kabupaten Trenggalek, Pengurus Pusat Permadani, Perwakilan Permadani se-Jawa Timur, serta pengurus dan anggota Permadani se-Kabupaten Trenggalek.
Pada kesempatan ini, Bupati Trenggalek, H. KRA. Soeharto Hadiningrat mengucapkan selamat datang kepada Pengurus Pusat Permadani dari Semarang, yang karena kecintaannya kepada budaya dan bahasa Jawa dapat hadir di Kabupaten Trenggalek dalam peringatan sewindu Permadani Kabupaten Trenggalek.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa dengan peringatan sewindu ini, Permadani Kabupaten Trenggalek semakin berkembang dalam upaya melestarikan bahasa dan budaya Jawa di Kabupaten Trenggalek. Karena saat ini semakin banyak generasi muda yang tidak bisa menggunakan Bahasa Jawa dengan baik dan benar, dan melupakan budayanya sendiri karena lebih tertarik dengan budaya-budaya asing yang kurang sesuai dengan nilai-nilai dan kesusilaan budaya nasional.
Oleh karena itu, Bupati mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama bergandengan tangan melalui berbagai cara dan upaya untuk melestarikan bahasa, sastra, dan budaya luhur yang merupakan warisan dari para nenek moyang kita.
"Bila kita tidak memahami dan melestarikan budaya, bagaimana kita dapat mewariskannya kepada anak cucu kelak", kata Bupati Trenggalek H. KRA. Soeharto Hadiningrat pada akhir sambutannya.
Kemudian acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng, dilanjutkan dengan sarasehan bahasa dan budaya Jawa, serta musyawarah daerah Permadani Jawa Timur.


Senin, 01 Februari 2010

PENYERAHAN SERTIFIKAT TANAH MASSAL



Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Trenggalek menyerahkan 200 sertifikat tanah kepada masyarakat Kabupaten Trenggalek bertempat di Balai Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo, Jumat 29 Januari 2010. Hadir dalam acara ini Bupati Trenggalek, H. Soeharto, Kepala BPN Kabupaten Trenggalek, Muspika Kecamatan Watulimo, Kades se-Kecamatan Watulimo, dan warga penerima sertifikat tanah.

Kepala Kantor BPN Kabupaten Trenggalek, Drs. Najamuddin melaporkan bahwa penyerahan sertifikat tersebut merupakan salah satu bagian dari program sertifikasi massal yang langsung dipantau dari pusat.

Bupati Trenggalek, H. Soeharto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, dengan diterbitkannya sertifikat berarti masyarakat lebih memilki kepastian hukum dan perlindungan hukum atas kepemilikan tanahnya, untuk itu pihaknya meminta agar sertifikat dan tanah yang dimiliki dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang peningkatan kehidupan keluarga.

Bupati menambahkan bahwa dengan terbitnya sertifikat tersebut masyarakat diharapkan tetap menjaga tanahnya, baik dalam hal tapal batas maupun kesuburannya. Sehingga nantinya tanah itu tidak hanya sekedar dimiliki, namun mampu memberikan penghidupan bagi pemiliknya.

NAPAK TILAS GERILYA PANGLIMA BESAR JENDERAL SOEDIRMAN


Dalam rangka mengenang 60 tahun wafatnya Panglima Besar Jenderal Soedirman, Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan-45 dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek menggelar kegiatan Napak Tilas Gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman Trenggalek – Panggul, Minggu 31 Januari 2010. Sebelumnya, telah diseleranggarakan pula Ziarah Makam Panglima Besar Jenderal Soedirman, Pameran Foto Perjuangan, Serta Sarasehan Mengenang Perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman, bertempat di Pendopo Kabupaten Trenggalek.

Napak Tilas Gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman Trenggalek – Panggul, dilepas oleh Bupati Trenggalek, H. Soeharto, dari depan Pendopo Kabupaten Trenggalek dan finish di Desa Bodag, Kecamatan Panggul yang merupakan tempat peristirahan Panglima Besar Jenderal Soedirman saat di Trenggalek. Napak tilas dengan menempuh jarak sekitar 66 km, diikuti oleh TNI, Polri, PNS, organisasi pemuda, organisasi masyarakat, pelajar maupun peserta perorangan.

Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek, H. Soeharto, menyampaikan bahwa napak tilas ini tidak hanya sekedar berjalan kaki, namun dengan napak tilas ini diharapkan mampu mengingatkan betapa beratnya perjuangan para pahlawan, khususnya Jenderal Soedirman, dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Lebih lanjut, Bupati mengajak kepada semua elemen bangsa untuk meneladani sifat mulia Jenderal Soedirman yang rela berkorban, tidak kenal menyerah, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan perannya masing-masing.

Pada akhir sambutannya, Bupati mengucapakan terima kasih dan dan selamat jalan kepada para peserta yang telah erpartisipasi dalam Napak Tilas Gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman Trenggalek – panggul ini.

Jenderal Soedirman, lahir di Desa Karangjati, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, pada tanggal 24 Januari 1916. Beliau wafat di Yogyakarta dalam usia 34 tahun, pada tanggal 29 januari 1950 setelah lama menderita sakit paru-paru.

Rabu, 27 Januari 2010

Pameran Foto Perjuangan untuk Memperingati 60 Tahun Wafatnya Panglima Besar Jenderal Sudirman


Dalam rangka memperingati 60 tahun wafatnya Panglima Besar Jenderal Sudirman, di gedung Bhawarasa Kabupaten Trenggalek diselenggarakan pameran foto perjuangan serta foto tempo dulu Kabupaten Trenggalek. Pameran yang berlangsung pada 26-31 Januari 2010 ini menampilkan beberapa foto Panglima Besar Jenderal Sudirman saat berada di daerah Trenggalek, serta tandu yang pernah digunakan Panglima Besar Jenderal Sudirman saat melaksanakan perang gerilya.

Pameran ini dibuka secara simbolis oleh Wakil Bupati Trenggalek Mahsun Ismail S.Ag M.M dan dihadiri oleh Muspida Kabupaten Trenggalek, beberapa pejabat struktural Sekretariat Daerah Kab Trenggalek serta H. Soedarso mantan Bupati Trenggalek selaku ketua Dewan Harian Cabang Badan Penggerak Pembudayaan Jiwa, Semangat, dan Nilai-Nilai Kejuangan 45 (BPP JSN 45)

Dalam sambutannya, Wakil Bupati berharap agar pameran ini bisa menjadi media bagi masyarakat Trenggalek, terutama generasi muda untuk mencoba merefleksikan arti dari sebuah perjuangan. Diharapkan dengan pameran ini masyarakat muda Trenggalek dapat menghayati nilai-nilai heroik perjuangan para pahlawan serta membangkitkan semangat untuk membangun serta berkarya untuk Kabupaten Trenggalek.