This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 05 Agustus 2010

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Trenggalek Gelar Muskab

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Trenggalek menyelenggarakan Rapat Musyawarah Kabupaten (Muskab) II Tahun 2010 pada Kamis 5 Agustus 2010 bertempat di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek. Muskab yang dibuka secara resmi oleh Penasihat II DWP, Ny.Mahsun Ismail, S. Ag, MM ini diikuti oleh seluruh jajaran Pengurus DWP Kabupaten, Utusan dari DWP unsur pelaksana Dinas, Badan serta Penasehat DWP Kecamatan.

Ny. Hari Purnomo, selaku Ketua Panitia menyatakan dalam laporannya bahwa Muskab II DWP Kabupaten Trenggalek yang mengambil tema "Melalui Muskab II Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Trenggalek Kita Tingkatkan Potensi dan Kreativitas Anggota Dharma Wanita Persatuan" akan menyampaikan hasil Musyawarah Nasional dan Musyawarah Daerah dan Laporan pertanggung jawaban Ketua DWP periode 2004-2009. Dalam kesempatan ini juga diselenggarakan pengukuhan dan penetapan Ketua DWP Kabupaten Trenggalek periode 2009-2014.

Lebih lanjut, Sekretariat Daerah dalam paparannya yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Said Maksum, SH meminta kepada seluruh Pengurus DWP Kabupaten Trenggalek untuk ikut serta menyumbangkan ide dan mendarmabhaktikan diri untuk mencapai tujuan organisasi. “Hal ini sebagai pijakan langkah demi terciptanya sumber daya metode untuk perjalanan organisasi 5 (lima) tahun ke depan”, lanjutnya.

Ketua DWP Kabupaten Trenggalek periode 2004-2009, Ny. Cipto Wiyono dalam sambutannya mengajak seluruh jajaran Pengurus dan Anggota DWP Kabupaten Trenggalek untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, untuk itu seluruh jajaran pengurus DWP Kabupaten Trenggalek perlu meningkatkan kualitas. Hal ini mengacu pada hasil Musyawarah Nasional II yang digelar Desember Tahun 2009 lalu.

Selaku Penasihat II DWP Kabupaten Trenggalek, Ny. Mahsun Ismail berpesan kepada peserta Muskab untuk memiliki kemauan untuk belajar dan kemampuan berpositive thingking, sehingga mampu memotivasi minimal mengetahui keinginan anggota. Selain itu, Ny. Mahsun Ismail berharap untuk adanya perbaikan Organisasi utamanya di tingkat unit dengan meningkatkan intensitas pertemuan minimal satu bulan sekali.

Secara aklamasi Ketua DWP Kabupaten Trenggalek untuk periode 2004-2009 kembali menetapkan Ny. Cipto Wiyono sebagai Ketua terpilih. Dalam sambutannya, Ny. Cipto Wiyono mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Muskab yang telah memilih kembali dirinya sebagai Ketua DWP untuk masa bhakti 2010-2015. Ketua DWP terpili, Ny. Cipto Wiyono berharap kepada seluruh peserta Muskab untuk memiliki komitment yang tinggi untuk mewujudkan rencana program kerja yang telah ditetapkan.

Bupati Trenggalek Ikuti Lomba Gerak Jalan 17 km

Seperti tahun-tahun sebelumnya peringatan HUT RI kali ini juga dimeriahkan dengan Lomba gerak jalan yang dilaksanakan mulai tanggal 3 sampai dengan 5 Agustus 2010. Untuk tanggal 3 Agustus 2010, Lomba gerak jalan diikuti oleh peserta dari tingkat SD putra dan putri dengan menempuh jarak 5 km. Hari berikutnya, lomba gerak jalan diikuti oleh pelajar tingkat SMP, SMA dan umum Putri dengan menempuh jarak 8 km. Sementara itu, untuk  tanggal 5 Agustus, peserta Lomba gerak jalan dari tingkat  SMP, SMA dan umum putra dengan jarak tempuh 17 km.

Menariknya, dalam lomba gerak jalan kali ini untuk peserta putri mengikutsertakan 2 pleton dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Trenggalek.  Sedangkan, untuk peserta umum putra turut berpartisipasi jajaran pejabat dari legislative serta executive. Para pejabat dari executive mengirimkan 2 pleton dengan Komandan pleton Bupati Trenggalek, H. Soeharto serta Sekretaris Daerah, Ir. Cipto Wiyono, M.Si.  Dalam kesempatan ini, legislative ikut pula berpartisipasi dengan mengikutsertakan  1 pleton.

WAKIL BUPATI BUKA EKSPOSISI KECAMATAN DURENAN TAHUN 2010

Dengan semangat memperingati Hari Ulang Tahun [HUT] Proklamasi Kemerdekaan ke-65 Republik Indonesia, Panitia Peringatan Hari Besar Nasional [PPHBN] Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek pada tanggal 3 - 5 Agustus 2010 menyelenggarakan Eksposisi atau Pemeran Pembangunan Kecamatan Durenan, bertempat di Lapangan Durenan. Kegiatan yang memang rutin diselenggarakan tiap tahun ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Trenggalek,Mahsun Ismail, S.Ag, MM, Selasa sore, 3 Agustus 2010. Keberadaan stand pameran dimulai dari kanan kiri jalan masuk lapangan hingga memenuhi lapangan. 

Camat Durenan, Drs. Wahyudi, M.Si. selaku Ketua Panitia menginformasikan dalam laporannya bahwa Kegiatan yang tergolong meriah ini diikuti peserta dari berbagai unsur mulai dari desa-desa di Kecamatan Durenan, ormas, sekolah dan para pedagang. Adapun rincian stand pameran adalah sebagai berikut, pengusaha/pedagang sebanyak 195 stand meliputi 80 stand pedagang besar, 115 stand pedagang kecil serta ratusan pedagang lesehan. Selanjutnya 14 stand desa, 4 stand SLTA, 3 stand SLTP, 7 stand dari Ormas, 3 stand Dealer serta 1 stand Pondok Pesantren dari Ponpes Al Kautsar.

Eksposisi 2010 Kecamatan Durenan juga dimeriahkan dengan 2 panggung hiburan sebagai ajang kreatifitas siswa/siswi SD, SLTP, SLTA, kelompok kesenian dan sarana hiburan bagi masyarakat Durenan dan sekitarnya.

Ditinjau dari presentase pedagang lokal dan luar wilayah Durenan, menurut Drs. Wahyudi, keikutsertaan pedagang lokal sebanyak 20 %, sedangkan tingkat partisipasi pedagang luar mencapai 80 % . Untuk jenis barang yang dipamerkan/diperdagangkan meliputi hasil bumi, industri rumah tangga, makanan olahan, produk sepeda motor, produk garment serta dokumentasi hasil pembangunan yang telah dicapai selama tahun 2009/2010.

Wakil Bupati, Mahsun Ismail, S.Ag, MM dalam sambutannya mengharapkan agar peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan yang hampir bersamaan dengan bulan Romadlon ini akan membuat kita merdeka untuk berbuat lebih baik bagi keluarga, lingkungan sekitar maupun tempat bekerja. Sehingga peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan ini tidak hanya sebatas seremonial, namun ada semangat dan makna yang bisa diimplementasikan, dalam mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan. Terkait dengan eksposisi atau pameran pembangunan, Wakil Bupati mengharapkan, ke depan jumlah stand yang didirikan oleh pengusaha lokal akan lebih banyak.

Usai membuka secara resmi ditandai dengan pemotongan pita dan pelepasan balon, Wakil Bupati Trenggalek beserta undangan meninjau stand pameran yang berdiri mengelilingi lapangan.

Selasa, 03 Agustus 2010

Lomba Membuat Hantaran Pengantin

Masih dalam rangkaian acara memperingati HUT RI ke – 65 dan Hari Jadi Trenggalek yang  ke-816 Tahun 2010, panitia PHBN seksi Kewanitaan Kabupaten Trenggalek pada Selasa, 3 Agustus 2010 bertempat di Aula PKK menggelar Lomba membuat hantaran pengantin.  Acara ini turut dihadiri oleh Ny. Mahsun Ismail, Ny. Hari Purnomo serta Kepala BBPKAB.

Ketua panitia, Ny.Hari Purnomo, dalam laporannya mengungkapkan bahwa lomba membuat hantaran pengantin adalah sarana pendidikan dan keterampilan kaum wanita sehingga hakikat peringatan oleh dan untuk masyarakat bisa lebih dirasakan.  Lomba tersebut diikuti sebanyak 37 peserta dari Anggota Organisasi Wanita,1  perwakilan Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Umum se-Kabupaten Trenggalek.

Sementara itu, Ny, Mahsun Ismail selaku koordinator seksi Kewanitaan menyatakan bahwa lomba membuat hantaran pengantin yang belum pernah dilaksanakan sebelumnya diharapkan mampu menggali kreatifitas perempuan – perempuan di Kabupaten Trenggalek. Sehingga, diantara peserta kedepannya, minimal yang menjadi juara secara tidak langsung bisa menjadi sarana promosi bahwa di Kabupaten Trenggalek ada bibit berpotensi yang mampu berkarya membuat hantaran pengantin. Selain itu, lomba ini diharapkan bisa menghasilkan output perempuan-perempuan mandiri yang mampu menjadi pelaku utama untuk memproduksi dan memasarkan produknya.

PELATIHAN KEMETROLOGIAN DALAM RANGKA POS UKUR ULANG

Saat ini Pasar Tradisional telah dimarginalkan dengan menjamurnya pasar modern. Salah satu penyebabnya adalah karena banyaknya kecurangan oleh para pelaku usaha pada saat menimbang barang dagangannya baik secara sengaja maupun tidak sehingga menghilangkan kepercayaan para konsumen kepada pelaku usaha di Pasar Tradisional. Oleh karena itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyelengarakan Pelatihan kemetrologian dalam rangka Pos Ukur Ulang pada hari Senin, 2 Agustus 2010 bertempat di Hotel Hayam Wuruk Trenggalek. Pelatihan yang dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi Perindustrian, Perdagangan Pertambangan dan Energi Kab. Trenggalek ini dihadiri oleh Kasi Pengawasan dan Penyidikan Bidang Metrologi Dinas Perindag Prop. Jatim, Kasi Masa dan Timbangan Unit Pelaksana Teknis Kemetrologian Kediri, dan para pelaku usaha di Kab. Trenggalek.
Menurut Kasi Pengawasan dan Penyidikan Bidang Metrologi Dinas Perindag Prop. Jatim, Laswari, Pos Ukur Ulang digunakan untuk melindungi konsumen dari kecurangan timbangan oleh para pelaku usaha. Pos Ukur Ulang ini akan ditempatkan di pasar-pasar tradisional dan diharapkan agar konsumen bersedia meluangkan sedikit waktunya untuk menimbangkan kembali barang belanjaannya. Hal ini dimaksudkan agar bila ada penyimpangan dalam menimbang akan diketahui dan konsumen dapat melaporkannya ke Perlindungan Konsumen yang bertempat di Kantor Dinas Koperindag Tamben sehingga para pelaku usaha akan berhati-hati dalam melakukan penimbangan.
Dalam pelatihan ini, Kasi Masa dan Timbangan Unit Pelaksana Teknis Kemetrologian Kediri, Suharno, mengajarkan kepada pelaku usaha bagaimana cara menimbang yang benar, hal ini bertujuan untuk melindungi kepentingan umum dalam hal kebenaran pengukuran.
Kepala Dinas Koperindagtamben, Djoko Rusianto dalam sambutannya mengatakan bahwa Dinas Koperindagtamben telah menerima dana sebesar 12M untuk membangun pasar tradisional di Kab. Trenggalek. Ini adalah salah satu bukti bahwa Pemerintah ingin mengangkat kembali pasar tradisional. Djoko Rusianto juga mengatakan bahwa Trenggalek telah masuk sepuluh besar pasar tertib ukur dari 28 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Hal ini menandakan bahwa tidak banyak dari para Pelaku Usaha di Kab. Trenggalek yang melakukan kecurangan dalam penimbangan.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat meniadakan kecurangan yang dilakukan oleh para pelaku usaha sehingga kepercayaan konsumen/pelanggan dapat kembali. Dengan demikian dapat mendongkrak pasar tradisional sehingga dapat sejajar dan bersaing dengan pasar modern.