This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 30 Oktober 2009

PELEPASAN TRANSMIGRAN KABUPATEN TRENGGALEK TAHUN 2009

Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali memberangkatkan transmigran yang terdiri dari 10 Kepala Keluarga dengan 33 jiwa menuju lokasi transmigrasi Sagea Waleh, Kabupaten Halmahera Tengah, Propinsi Maluku Utara. Pelepasan para transmigran tersebut dilaksanakan di Hotel Widowati Trenggalek, Kamis 15 Oktober 2009, dan dihadiri oleh Wakil Bupati Trenggalek, Mahsun Ismail, S.Ag.,MM., Kepala SKPD terkait, serta para transmigran yang akan diberangkatkan. Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Trenggalek, Drs. Ali mustofa, M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa 10 KK yang akan diberangkatkan ke logasi transmigrasi Sagea Waleh, berasal dari Desa Jombok, Kecamatan Pule, Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, serta Desa Sumberdadi dan Kelurahan Tamanan Kecamatan Trenggalek. Wakil Bupati Trenggalek, Mahsun Ismail, S.Ag.MM. dalam sambutannya menyampaikan bahwa program transmigrasi masih dibutuhkan bagi Kabupaten Trenggalek, mengingat kebanyakan para petani di Trenggalek adalah petani yang tidak mempunyai lahan, namun mereka mempunyai potensi yang besar sehingga perlu diberi kesempatan melalui program transmigrasi untuk meningkatkan taraf hidupnya. Wakil Bupati mengingatkan bahwa untuk mendapatkan alokasi target penempatan transmigran tidaklah mudah, namun harus melalui kerjasama antar pemerintah kabupaten, serta harus berkompetisi dengan daerah lain. Oleh karena itu, Wakil Bupati meminta para transmigran yang telah terpilih untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan baik ini. Pada akhir sambutannya, Wakil Bupati, Mahsun Ismail, S.Ag.MM. berharap kepada para transmigran yang akan diberangkatkan untuk selalu mempertahankan dan meningkatkan citra baik Kabupaten Trenggalek yang selama ini dikenal sebagai transmigran yang santun, ulet, tekun, pekerja keras, dan inovatif.

Senin, 26 Oktober 2009

PENGUMUMAN PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL ( CPNS ) KABUPATEN TRENGGALEK DARI PELAMAR UMUM FORMASI TAHUN 2009

Berdasarkan Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia tanggal 9 September 2009 Nomor 249.P/M.PAN/9/2209 perihal Persetujuan Rincian Formasi CPNS Daerah Tahun 2009 dan Keputusan Bupati Trenggalek Nomor 810/228/406.073/2009 tanggal 16 Oktober 2009 tentang Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ) Kabupaten Trenggalek Dari Pelamar Umum Formasi Tahun 2009 serta Surat Gubernur Jawa Timur Tanggal 19 Oktober 2009 Nomor 810/4878/212/2009 Perihal Jadual Pelaksanaan Pengadaan CPNS TA 2009.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek akan menyelenggarakan Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ) sejumlah 419 ( Empat Ratus Sembilan Belas ) orang, yang terdiri dari :
1. Tenaga Kependidikan (Guru) sebanyak : 142
2. Tenaga Kesehatan sebanyak : 115
3. Tenaga Teknis sebanyak : 162
dengan rincian formasi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 1 Pengumuman ini.
Adapun ketentuan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ) Tahun 2009 sebagai berikut :

... ... ...



PENGUMUMAN LENGKAP BISA DIDOWNLOD DI LINK BERIKUT:
Pengumuman CPNS Trenggalek lengkap.zip (519kb) dari 4shared
atau
Pengumuman CPNS Trenggalek lengkap.zip (519kb) dari box.net

APABILA INGIN DOWNLOAD SECARA TERPISAH BISA DOWNLOAD DI LINK BERIKUT:

http://box.net/gecko

Senin, 19 Oktober 2009

PENYERAHAN BANTUAN BIBIT CENGKEH KEPADA PEMKAB TRENGGALEK



Bertempat di Balai Kecamatan Pule, Pemerintah Kabupaten Trenggalek menerima bantuan 100 ribu bibit cengkeh siap tanam dari PT. HM. Sampoerna, Rabu 14 Oktober 2009. Hadir dalam acara ini Bupati Trenggalek, H. KRA. Soeharto Hadiningrat, Manager Clove Agronomy PT. HM. Sampoerna, Rusni Kartina, Kepala SKPD lingkup Pemkab Trenggalek, Muspika Kecamatan Pule, dan masyarakat petani setempat.

Manager Clove Agronomy PT. HM. Sampoerna, Rusni Kartina, dalm sambutannya mengatakan bahwa pemberian bantuan 100 ribu bibit cengkeh varietas zanzibar siap tanam ini merupakan upaya Sampoerna untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman cengkeh, sekaligus memberikan alternatif pola tanam cengkeh yang bermanfaat bagi petani dalam pengembangan lahan mereka. Peningkatan kualitas dan produktivitas cengkeh ini, diharapkan memberi dampak positif untuk jangka panjang bagi peningkatan sumber pendapatan petani serta mendorong pemberdayaan masyarakat pedesaan di kawasan Trengggalek.

Bupati Trenggalek, H. KRA. Soeharto Hadiningrat, mengingatkan bahwa perkembangan tanaman cengkeh di Kabupaten Trenggalek di awali tahun 1953 di Kecamatan Dongko, Panggul, dan watulimo, yang selanjutnya diikuti oleh kecamatan lainnya. Masa keemasan cengkeh di Kabupaten Trenggalek dimulai pada tahun 1971 ketika dikunjungi Menteri Pertanian saat itu (Prof. Dr. Tojib Hadowidjojo) yang membagikan bibit cengkeh zanzibar kepada masyarakat. Mulai saat itulah perkembangan tanaman cengkeh di Trenggalek terus berkembang, hingga puncaknya pada tahun 1991 luasan lahannya mencapai 6.457 Ha dengan produksi sebesar 1.845 ton.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa tanaman cengkeh yang sangat dibanggakan masyarakat Trenggalek, pada tahun 1992 mulai menurun yang disebabkan oleh kebijakan tata niaga cengkeh melalui Badan Penyangga Pemasaran Cengkeh (BPPC) yang menerapkan standart mutu yang sulit dipenuhi petani, yang mengakibatkan harga cengkeh petani turun drastis. Karena hal tersebut, maka areal tanaman cengkeh di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2009 tinggal 3.970 Ha.

Bupati menambahkan bahwa saat ini harga cengkeh mulai menunjukkan peningkatan yang layak bagi petani, sehingga merangsang animo masyarakat untuk kembali menekuni tanaman cengkeh. Untuk memenuhi animo masyarakat ini, anggaran APBD sangat terbatas dan bertahap, oleh karena itu dengan adanya bantuan bibit cengkeh untuk masyarakat dari PT. HM. Sampoerna ini, Bupati atas nama pemerintah dan masyarakat Trenggalek mengucapkan terima kasih.

“Kami mendukung penuh upaya Sampoerna untuk berperan aktif meningkatkan produktivitas dan kualitas cengkeh di Trenggalek. Penyediaan 100 ribu bibit cengkeh ini merupakan langkah awal, kelanjutan dan keberhasilan inisiatif ini harus didukung semua pihak sehingga masa keemasan cengkeh di Kabupaten Trenggalek dapat terwujud kembali,” ungkap Bupati Trenggalek, H. KRA. Soeharto Hadiningrat.

Kamis, 15 Oktober 2009

PELANTIKAN PENJABAT KADES TANGGARAN



Bupati Trenggalek, H. KRA. Soeharto Hadiningrat, mengangkat dan melantik Penjabat Kepala Desa Tanggaran Kecamatan Pule, Sajimin, untuk menggantikan Kepala Desa Tanggaran yang lama, Parmono Hadi Susilo, yang telah dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Trenggalek. Pelantikan penjabat kepala desa ini berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Trenggalek No. 4 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengangkatan Penjabat Kepala Desa.

Proses Pemilihan Penjabat Kepala Desa, dimulai dari penjaringan aspirasi masyarakat dengan melaksanakan musyawarah BPD sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan masa jabatan penjabat kepala desa adalah sampai dengan dilantiknya kepala desa definitif, paling lama enam bulan.

Oleh karena itu, Bupati Trenggalek, H. KRA Soeharto Hadiningrat, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak, termasuk masyarakat Desa tanggaran yang telah mensukseskan jalannya proses pemilihan hingga pelantikan Penjabat Kepala Desa Tanggaran.

Bupati Trenggalek, H. KRA Soeharto Hadiningrat, mengingatkan bahwa tugas pokok seorang penjabat kepala desa selain melaksanakan tugas kepala desa sehari-hari, kepadanya ada tugas yang sangat penting yaitu melaksanakan pemilihan kepala desa. Oleh karena itu, Bupati berharap Penjabat Kepala Desa Tanggaran dapat melaksanakan tugas tersebut dengan baik, dengan dukungan semua pihak yang ada di desa termasuk seluruh masyarakat Desa Tanggaran.

Pada akhir sambutannya, Bupati Trenggalek mengucapkan selamat atas dilantiknya Sdr. Sajimin, sebagai Penjabat Kepala Desa Tanggaran, dan menyampaikan penghargaan kepada Sdr. Parmono Hadi Susilo atas segala pengabdiannya yang telah menghantarkan masyarakat desa Tanggaran menjadi lebih baik.

Senin, 12 Oktober 2009

Upacara Peringatan Hari Jadi ke 64 Provinsi Jawa Timur Tahun 2009

Memperingati hari jadi Provinsi Jawa Timur yang ke 64, pada Senin 12 Oktober 2009 bertempat di halaman pendopo Kabupaten Trenggalek dilaksanakan upacara peringatan hari jadi yang bertema “Ayo jadikan industri dan bisnis pertanian sebagai jembatan emas menuju Jawa Timur makmur dan berakhlak mulia”. Upacara ini dihadiri oleh jajaran muspida, pejabar struktural pemkab Trenggalek, Camat serta Kepala Desa se Kabupaten Trenggalek. Upacara yang dipimpin oleh Wakil Bupati Trenggalek, H. Mahsun Ismail S.Ag, MM, ini juga diikuti oleh anggota dewan yang baru saja dilantik.

Dalam sambutan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo yang dibacakan oleh Wakil Bupati, beliau mengajak untuk mengapresiasi serta menghargai jasa-jasa para pendahulu, terutama oleh para Gubernur Jawa Timur yang terdahulu. Beliau juga berharap agar generasi penerus dapat melanjutkan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran masyarakat Jawa Timur.

“Hal ini kita upayakan sebagaimana visi dan misi pembangunan Jawa Timur pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur tahun 2009-2014, yaitu dengan visi ‘terwujudnya jawa timur yang makmur dan berakhlak dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia’ dan misi ‘mewujudkan makmur bersama wong cilik melalui APBD untuk rakyat”, imbuh beliau.

Gubernur menambahkan bahwa visi dan misi tersebut akan diwujudkan melalui strategi pembangunan yang pro-poor (pro orang miskin) dan pro-job (pro perluasan kesempatan kerja), serta kemudian mendorong investasi (pro-growth), utamanya investasi langsung (direct investment). Strategi mengimplementasikan kebijakan-kebijakan tersebut dilakukan melalui kebijakan-kebijakan : pemenuhan kebutuhan dasar rakyat miskin yang berupa pendidikan, kesehatan dan kebutuhan sosial dasar lainnya, pemenuhan kebutuhan sosial dasar bagi masyarakat yang bertempat tinggal pada rumah yang tidak layak huni dengan membantu merenovasi rumah tersebut, dan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi yang dilakukan melalui penguatan kapasitas kelompok-kelompok masyarakat.

Menutup sambutannya, Gubernur berharap agar kita dapat meneladani sikap pantang menyerah, keteguhan pendirian serta ketekunan dan keuletan para pendahulu kita agar apa yang dicita-citakan yaitu mewujudkan masyarakat Jawa Timur yang adil, makmur dan sejahtera dapat segera tercapai.