This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Jumat, 30 Oktober 2009
PELEPASAN TRANSMIGRAN KABUPATEN TRENGGALEK TAHUN 2009
Senin, 26 Oktober 2009
PENGUMUMAN PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL ( CPNS ) KABUPATEN TRENGGALEK DARI PELAMAR UMUM FORMASI TAHUN 2009
PENGUMUMAN LENGKAP BISA DIDOWNLOD DI LINK BERIKUT:
Pengumuman CPNS Trenggalek lengkap.zip (519kb) dari 4shared
atau
Pengumuman CPNS Trenggalek lengkap.zip (519kb) dari box.net
APABILA INGIN DOWNLOAD SECARA TERPISAH BISA DOWNLOAD DI LINK BERIKUT:
http://box.net/gecko
Senin, 19 Oktober 2009
PENYERAHAN BANTUAN BIBIT CENGKEH KEPADA PEMKAB TRENGGALEK


Bertempat di Balai Kecamatan Pule, Pemerintah Kabupaten Trenggalek menerima bantuan 100 ribu bibit cengkeh siap tanam dari PT. HM. Sampoerna, Rabu 14 Oktober 2009. Hadir dalam acara ini Bupati Trenggalek, H. KRA. Soeharto Hadiningrat, Manager Clove Agronomy PT. HM. Sampoerna, Rusni Kartina, Kepala SKPD lingkup Pemkab Trenggalek, Muspika Kecamatan Pule, dan masyarakat petani setempat.
Bupati Trenggalek, H. KRA. Soeharto Hadiningrat, mengingatkan bahwa perkembangan tanaman cengkeh di Kabupaten Trenggalek di awali tahun 1953 di Kecamatan Dongko, Panggul, dan watulimo, yang selanjutnya diikuti oleh kecamatan lainnya. Masa keemasan cengkeh di Kabupaten Trenggalek dimulai pada tahun 1971 ketika dikunjungi Menteri Pertanian saat itu (Prof. Dr. Tojib Hadowidjojo) yang membagikan bibit cengkeh zanzibar kepada masyarakat. Mulai saat itulah perkembangan tanaman cengkeh di Trenggalek terus berkembang, hingga puncaknya pada tahun 1991 luasan lahannya mencapai 6.457 Ha dengan produksi sebesar 1.845 ton.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa tanaman cengkeh yang sangat dibanggakan masyarakat Trenggalek, pada tahun 1992 mulai menurun yang disebabkan oleh kebijakan tata niaga cengkeh melalui Badan Penyangga Pemasaran Cengkeh (BPPC) yang menerapkan standart mutu yang sulit dipenuhi petani, yang mengakibatkan harga cengkeh petani turun drastis. Karena hal tersebut, maka areal tanaman cengkeh di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2009 tinggal 3.970 Ha.
Bupati menambahkan bahwa saat ini harga cengkeh mulai menunjukkan peningkatan yang layak bagi petani, sehingga merangsang animo masyarakat untuk kembali menekuni tanaman cengkeh. Untuk memenuhi animo masyarakat ini, anggaran APBD sangat terbatas dan bertahap, oleh karena itu dengan adanya bantuan bibit cengkeh untuk masyarakat dari PT. HM. Sampoerna ini, Bupati atas nama pemerintah dan masyarakat Trenggalek mengucapkan terima kasih.
“Kami mendukung penuh upaya Sampoerna untuk berperan aktif meningkatkan produktivitas dan kualitas cengkeh di Trenggalek. Penyediaan 100 ribu bibit cengkeh ini merupakan langkah awal, kelanjutan dan keberhasilan inisiatif ini harus didukung semua pihak sehingga masa keemasan cengkeh di Kabupaten Trenggalek dapat terwujud kembali,” ungkap Bupati Trenggalek, H. KRA. Soeharto Hadiningrat.
Kamis, 15 Oktober 2009
PELANTIKAN PENJABAT KADES TANGGARAN
Bupati Trenggalek, H. KRA. Soeharto Hadiningrat, mengangkat dan melantik Penjabat Kepala Desa Tanggaran Kecamatan Pule, Sajimin, untuk menggantikan Kepala Desa Tanggaran yang lama, Parmono Hadi Susilo, yang telah dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Trenggalek. Pelantikan penjabat kepala desa ini berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Trenggalek No. 4 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengangkatan Penjabat Kepala Desa.
Proses Pemilihan Penjabat Kepala Desa, dimulai dari penjaringan aspirasi masyarakat dengan melaksanakan musyawarah BPD sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan masa jabatan penjabat kepala desa adalah sampai dengan dilantiknya kepala desa definitif, paling lama enam bulan.
Oleh karena itu, Bupati Trenggalek, H. KRA Soeharto Hadiningrat, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak, termasuk masyarakat Desa tanggaran yang telah mensukseskan jalannya proses pemilihan hingga pelantikan Penjabat Kepala Desa Tanggaran.
Bupati Trenggalek, H. KRA Soeharto Hadiningrat, mengingatkan bahwa tugas pokok seorang penjabat kepala desa selain melaksanakan tugas kepala desa sehari-hari, kepadanya ada tugas yang sangat penting yaitu melaksanakan pemilihan kepala desa. Oleh karena itu, Bupati berharap Penjabat Kepala Desa Tanggaran dapat melaksanakan tugas tersebut dengan baik, dengan dukungan semua pihak yang ada di desa termasuk seluruh masyarakat Desa Tanggaran.
Pada akhir sambutannya, Bupati Trenggalek mengucapkan selamat atas dilantiknya Sdr. Sajimin, sebagai Penjabat Kepala Desa Tanggaran, dan menyampaikan penghargaan kepada Sdr. Parmono Hadi Susilo atas segala pengabdiannya yang telah menghantarkan masyarakat desa Tanggaran menjadi lebih baik.
Senin, 12 Oktober 2009
Upacara Peringatan Hari Jadi ke 64 Provinsi Jawa Timur Tahun 2009
Dalam sambutan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo yang dibacakan oleh Wakil Bupati, beliau mengajak untuk mengapresiasi serta menghargai jasa-jasa para pendahulu, terutama oleh para Gubernur Jawa Timur yang terdahulu. Beliau juga berharap agar generasi penerus dapat melanjutkan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran masyarakat Jawa Timur.
“Hal ini kita upayakan sebagaimana visi dan misi pembangunan Jawa Timur pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur tahun 2009-2014, yaitu dengan visi ‘terwujudnya jawa timur yang makmur dan berakhlak dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia’ dan misi ‘mewujudkan makmur bersama wong cilik melalui APBD untuk rakyat”, imbuh beliau.
Gubernur menambahkan bahwa visi dan misi tersebut akan diwujudkan melalui strategi pembangunan yang pro-poor (pro orang miskin) dan pro-job (pro perluasan kesempatan kerja), serta kemudian mendorong investasi (pro-growth), utamanya investasi langsung (direct investment). Strategi mengimplementasikan kebijakan-kebijakan tersebut dilakukan melalui kebijakan-kebijakan : pemenuhan kebutuhan dasar rakyat miskin yang berupa pendidikan, kesehatan dan kebutuhan sosial dasar lainnya, pemenuhan kebutuhan sosial dasar bagi masyarakat yang bertempat tinggal pada rumah yang tidak layak huni dengan membantu merenovasi rumah tersebut, dan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi yang dilakukan melalui penguatan kapasitas kelompok-kelompok masyarakat.
Menutup sambutannya, Gubernur berharap agar kita dapat meneladani sikap pantang menyerah, keteguhan pendirian serta ketekunan dan keuletan para pendahulu kita agar apa yang dicita-citakan yaitu mewujudkan masyarakat Jawa Timur yang adil, makmur dan sejahtera dapat segera tercapai.










